Philia duduk diam di dalam kendaraan yang muat untuk empat orang itu. dia tidak bisa berbuat apa apa dalam situasi ini. Sesekali matanya menatap sang komandan yang duduk disampingnya . begitupun Joan yang terlihat sangat penasaran dengan seorang gadis bersurai perak.
Joan yang seorang komandan peleton yang pernah memiliki pengalaman perang di garis depan merasa nalurinya mengatakan ada yang tidak beres dengan anak di sampingnya. tatapan yang dia lontarkan kepadanya saat pertemuan di lorong panti mengatakan bahwa dia dan dirinya memiliki kesamaan. tetapi Joan tidak bisa menjelaskan itu dengan pasti mungkin itu hanyalah spekulasi liar dirinya karena tidak mungkin hal tersebut datang dari seorang anak 12 tahun.
Joan hanya duduk diam sambil bersandar pada pintu mobil sambil menghisap sebatang roko. pandanganya terus memandangi perjalanan sekitar dengan santai.
"komandan" sahut seorang prajurit di depanya
" ya " Joan hanya menjawab tanpa melirik arah suara
"ku pikir tidak bagus merokok di depan anak"
Joan hampir lupa akan hal itu karena baru kali ini dia berkendara bersama seorang anak di mobilnya. Philia yang menyaksikan Joan membuang rokonya ke luar mulai tertawa pelan, hal itu terdengar oleh Joan namun dia tidak menghiraukanya. Philia merasa lucu karena diapun lupa bahwa dirinya sekarang anak anak, biasanya dia akan membiarkan hal tersebut karena itu biasa terjadi saat dirinya masih seorang tentara.
Academy kekaisaran
Philia turun bersama Joan dan kedua bawahanya. pandanganya disuguhkan dengan lapangan luas berwarna hijau.
Di ujung bagian selatan lapang terlihat mobil mobil militer berjajar rapi, dan itu adalah kendaraan yang di tumpangi anak anak panti hanya saja menjadi lebih banyak karena Academy menghimpun bukan hanya dari satu panti.
Di sebelah utara terdapat banyak bangunan bangunan fasilitas Academy
Dan satu gedung utama yang besar yang menjadi momok dari Academy. Tiang tiang putih menjulang tinggi ke atas. Terlihat orang orang disana berlalu lalang dengan seragam militer mereka dengan sebuah ban lengan bertuliskan siswa Academy berwarna biru. Mungkin jika seragam militer mereka di ganti dengan seragam sekolah disini benar benar seperti sekolah pada umumnya.
Dari tadi Philia tidak melihat tanda anak anak panti disana dia penasaran kemana para anak anak itu dibawa
Philia hanya bisa digiring mengikuti langkah Joan yang berjalan menuju sebuah gedung Pusat komando. Tidak seperti di gedung pusat yang kebanyakan di isi remaja. Mayoritas orang orang disini memakai seragam yang sudah berpangkat. Mereka adalah orang orang dengan usia siap tempur.
Philia mulai memasuki bangunan itu dan langsung menarik perhatian orang orang disana. Mereka menatap lekat pada rambut Philia yang mencolok. Dia sudah merasa jengkel dengan tatapan orang orang yang mengatakan dia berbeda dengan mereka.
Philia di temani kedua bawahan Joan menunggu di sebuah ruangan kaca dengan beberapa kursi sedangkan Joan mulai memasuki ruangan pusat.
Itu adalah ruangan rapat dari para komandan pasukan yang akan menyerahkan laporan operasi mereka.
Philia mulai menguap mengantuk dia tidak tahan menerima keheningan ini.
"Kau, aku penasaran bagaimana bisa kau bisa berada di dalam Panti itu" tanya seorang pria yang sedari tadi bersama Philia
"Tidak ada alasan khusus, aku hanyalah seorang anak yang di buang oleh orang tuaku disana dan di pungut oleh salah satu suster disana"
"Apa kau tidak tau apa apa mengenai orang tua kandungmu"
Philia hanya menggeleng
"Biasanya untuk menitipkan seorang anak di panti itu akan melalui pemerintah setempat, aku yakin itu adalah hal yang diketahui semua orang dan itu semua gratis"
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantasykehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
