"BANGUN SEMUA!!" Teriak Luis memecah keheningan pagi yang sunyi. Hawa disana cukup dingin dengan sang mentari yang perlahan naik. Semua unit Penyihir bangun tergesa gesa berkumpul dihadapan Luis dan segera berbaris sesuai Regu. Luis menatap setiap bawahanya dengan sigap memperhatikan setiap wajah yang masih mengantuk.
"Pagi Ini kita akan bergerak, bereskan peralatan kalian dan...., tunggu dimana Philia?" Luis sadar bahwa regu 3 kehilangan komandan mereka. Semua regu 3 saling menatap satu sama lain, mereka lupa membangunkan komandan mereka yang benar benar terlelap karena mabuk semalam.
Luis segera berjalan ke dalam Tenda memeriksa kembali isi di dalamnya. Benar saja Philia masih terlelap dan meringkuk seperti kelinci di tempatnya. Sedikit kesal Luis segera mengambil ember yang penuh dengan air dingin dan menyiramkanya, membuat Philia segera Tersentak dan segera bangun memeluk badanya yang dingin. Cuaca pagi itu benar benar menusuk kulitnya yang basah di tambah pikiranya masih kacau akibat efek semalam. Mata merahnya menatap Luis dan segera memberikan hormat.
"Apa kau tidak mendengar perintah haah"
"maaf pak, aku sedikit kurang enak badan"
Luis mendekati Philia mengecek kepalanya, namun aroma alkohol sedikit tercium dari mulutnya. Apa pikir gadis ini bisa membodohinya Luis sudah berpengalaman tentang minum dan mulai menatap Philia tegas.
Dia benar benar tidak habis pikir, dari mana anak ini mendapatkan alkohol?. Apalagi mereka akan berperang bisa bisanya dia mabuk.
Luis menarik nafas panjang "PHILIA...! lari kau kelilingi wilayah Florida sekarang" Teriak keras Luis berada tepat di depan gadis itu. Para Unit Penyihir yang sedang berbaris agak jauh dari sana sampai dapat mendengar teriakan itu.
Pagi itu semua tentara yang terlihat sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka merasa heran menyaksikan seorang gadis perak yang berlarian dengan keadaan basah.
***
Konvoi panjang kendaraan Kekaisaran mulai berangkat menuju medan Arlern. Para tentara yang terbilang masih muda dengan semangat memegang senjata mereka sembari memandang jalan yang mereka lalui. Bercanda ria sembari membayangkan perang yang akan mereka hadapi.
Namun tidak untuk Unit penyihir regu 3 yang terdiam mematung di dalam kendaraan. Mereka terlihat khawatir pada tubuh mereka, melihat komandan mereka baru saja di hukum. Matanya seakan mengatakan kekesalanya, kenapa regunya tidak membangunkanya. Mereka hanya sibuk dengan diri mereka masing masing dan membiarkanya terlelap dalam tidurnya.
"Kami minta maaf, tapi aku sudah mencoba membangunkanmu komandan namun kau masih terlelap" ucap Gustaf mewakili semua regunya.
"Tentu saja aku masih terlelap, kau hanya mengoyangkan kakiku mana bisa aku terbangun oleh itu apa lagi efek dari kemarin malam" ucap Philia yang menyilangkan tanganya.
"aku sudah mengatakanya bukan untuk jangan meminumnya, kau malah menghiraukanku" potong Heiar
"haaaah, sudahlah lagi pula itu sudah berlalu" ucap Philia enteng dan mulai bersandar ke pojok karena lelah telah berolahraga.
Para Tentara kekaisaran sudah mulai memasuki perbatasan Arlern dan segera membangun basecamp mereka. berbaris rapih dan mulai diberi arahan oleh perwira perwira mereka. Para Unit Penyihir Tourusm dipimpin Luis mulai disebarkan ke tiga arah berbeda menargetkan unit Altilery musuh dari langit. Terbang tinggi bersembunyi di awan awan yang memenuhi langit Arlern. Menatap wilayah yang hitam dan dipenuhi lubang besar akibat sebuah ledakan.
Tentara Saxony terlihat menempati benteng pertahanan mereka. Walaupun itu terbilang lemah dari jumlah kekuatan yang dikerahkan kekaisaran, namun jika itu diremehkan dan kekaisaran melakukan serangan secara gegabah bisa jadi menjadi bencana untuk mereka.
Infantry kekaisaran yang disertai beberapa kendaraan lapis baja sudah siap melakukan serangan menunggu aba aba dari unit penyihir.
"Komandan itu mereka disana" ucap Weish menunjuk ke arah puluhan Altilery yang siap dilesatkan.
Philia tersenyum tidak disangka ini benar benar mudah, mereka benar benar mengumpulkan senjata jarak jauh mereka dalam satu titik. apalagi mereka benar benar leluasa menyerang mereka dari langit ketika penyihir mereka telah dikalahkan di Florida.
"bersiap menyerang" ucap Philia memberi komando di ikuti rapalan dari regunya yang mengarahkanya pada target.
"waktu yang pas, aku sedang kesal akibat pagi tadi" ucap Philia pelan.
Proyektil magis mulai dilepaskan meluncur dengan serantak menghantam kumpulan manusia yang sedang terdiam di bawahnya. Sebuah ledakan menggelegar menarik perhatian musuh yang sedang dalam keadaan tidak siap. Saxony telah diserang dari belakang membuat moral Infantry mereka merosot. Di ikuti Ledakan susulan dari arah regu 1 dan 2 yang menjadi aba aba bagi semua pasukan Kekaisaran melakukan serangan mereka.
Kendaraan lapis baja Kekaisaran mulai bergerak maju di ikuti unit Infantry yang berlindung di belakangnya. Pihak Saxony mulai melepaskan tembakan perlawanan kepada musuh yang mulai bergerak di depan mereka. Namun Peluru mereka tidak mampu menembus lapisan baja yang tebal dan terus bergerak maju sembari memberikan serangan balasan.
Di tambah para penyihir Kekaisaran terus menghujani mereka dengan ledakan dari langit. dalam beberapa jam pihak Saxony benar benar menyerah, mereka mustahil bertahan dengan pertahanan mereka yang benar benar lemah.
Pihak kekaisaran dengan ini menyatakan kemenanganya di medan Arlern dan mulai membangun pertahanan mereka kembali disana.
Kabar pergerakan pasukan Kekaisaran di Arlern segera terdengar Kerajaan Grasia dan membuat mereka mulai membangun pertahanan di Norway, wilayah utara yang tidak jauh dari Ibu kota. Apa lagi pihak Saxony tidak lagi memiliki kesempatan untuk memberi bantuan kepada mereka.
Pasukan Grasia yang tersisa di Ibu kota dibantu tentara dari Federasi Libya mulai bergerak ke utara. Apalagi kehadiran God Knight disana membuat moral pasukan mereka benar benar melesat naik. Mengangap bahwa Pihaknya telah direstui Tuhan untuk menang dan memukul mundur pihak kekaisaran.
Philia duduk santai atas kemenangan mereka yang sangat singkat. Rambut Peraknya terhempas angin dengan indah mewarnaiya dengan putih di tengah tengah wilayah yang hitam. Abu dan asap masih menumpuk di Arlern dan perlahan mulai terbawa angin. Dia berasa seperti sedang latihan dan tidak memiliki tantangan. Dia memikirkan perkataan Frederick tentang God Knight dari Grasia. Menatap jauh ke selatan sembari memegangi senapanya. Jauh disana adalah Ibu kota grasia tempatnya berada, melihat ke arah senapanya sembari memikirkan akankah mereka mampu mengalahkanya.
Dia tidak pernah bertemu denganya, membuatnya tidak bisa menyimpulkan kekuatanya, seberapa kuat pertahananya. Itu benar benar curang memiliki tubuh yang tidak bisa terluka, apa dia superman?.
"Komandan lihat ini" ucap Heiar mendekati Philia membawa hasil rampasan perang
Philia melihat girang dengan sesuatu yang dibawa Heiar. Itu adalah biji kopi suatu yang menjadi kesukaanya.
"Tidak ku sangka Pihak Saxony yang lemah ini menyimpan sesuatu seperti ini"
"yah, dan itu tersimpan di gudang dalam jumlah besar"
"mari kita cicipi ini" Ucap Philia senang sembari mulai menghaluskan biji kopi di tanganya.
Heiar melihat gadis itu dengan senyumanya. Dia benar benar ceria dengan sesuatu yang dibawanya. Yah itu lebih baik dari pada harus meminum Wine yang masih disimpanya. Philia benar benar lemah terhadap alkohol sebaiknya dia menjaganya agar gadis ini tidak meminumya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantasíakehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
