Front barat Empire, Medan Arlern
Di bawah langit yang gelap, tertutup oleh asap hitam pekat yang mencekam, cahaya matahari terkurung dalam penjara kabut yang tak berujung. Aroma mesiu menyatu dengan bau metalik darah yang mengambang di udara, menciptakan suasana yang penuh dengan ketegangan dan kekejaman.
Seketika, seolah-olah alam sendiri merintih dalam kesakitan, sebuah dentuman keras meluncur dari langit, menghantam medan pertempuran dengan kekuatan neraka. Ledakan itu membuat bumi gemetar dan menyebabkan tanah bergetar, menghamburkan debu-debu kehitaman ke angkasa. Malaikat-malaikat kematian berseliweran di antara debu-debu itu, menari-nari dengan keganasan di tengah kegelapan.
Dalam keheningan yang menakutkan, aroma daging yang terpanggang mulai tercium, sebuah pengingat mengerikan akan harga yang harus dibayar dalam peperangan ini. Proyektil musuh yang dipicu oleh alat artileri besar menabrak tanah dengan kejam, mengoyak-oyak parit pertahanan yang tak terhitung jumlahnya. Puing-puing tanah dan tubuh-tubuh yang hancur berserakan di sekitar, menghiasi medan perang dengan kebiadaban yang tak terbayangkan.
"Serangan musuh..." bisikan angin yang menderu dengan suara serak seperti kematian. Rentetan peluru, seperti hujan neraka, meluncur dari laras machine gun dengan kecepatan mematikan, menghentikan pergerakan musuh dengan brutal. Pasukan infantry kekaisaran, wajah-wajah yang telah terhapus oleh kengerian perang, dengan ragu-ragu mengangkat senjata mereka, melepaskan tembakan-tembakan perlawanan, lalu tenggelam dalam gelap yang tak berujung, yang menyatu dengan duka yang mendalam dalam hati mereka.
Seorang tentara angkatan darat kekaisaran merayap melalui lautan lumpur yang merah, seolah-olah tanah itu sendiri telah menyerap darah korban-korban sebelumnya. Matanya terpaku pada teman-temannya yang terbaring mati dalam parit yang telah menjadi kuburan terbuka, parit yang kini tinggal puing-puing hancur. Air liurnya yang kering terasa seperti pasir di tenggorokannya saat dia melihat potongan tubuh yang tercecer di sekelilingnya.
Nafasnya terengah-engah dalam ketakutan, pikirannya menjadi labil, dan kakinya gemetar hebat hingga ia tak sadar bahwa celananya sudah basah oleh air seni yang tak terkendali. Keheningan yang mencekam diganggu oleh teriakan seorang kopral yang terdengar di kejauhan, menyuruhnya untuk mundur ke barisan kedua sambil membawa semua amunisi yang masih utuh.
Dalam kepanikan, dia segera berlari bersama kopral tersebut, meskipun setiap langkahnya terasa seperti mengangkat beban berat di atas bahunya. Lumpur-lumpur yang berat dan lengket membuat perjalanan mereka semakin sulit.
Dan kemudian, di tengah kegelapan yang menyeramkan, suara yang menakutkan terpecah di antara lumpur dan diam-diam mendekat. Itu adalah suara dari besi yang bergerak dan bergesekan, sebuah entitas yang misterius yang mulai mendekati mereka. Dalam kegelapan dan kekacauan perang, kengerian semakin mendalam karena ketidakpastian mereka akan ancaman yang mengintai di dekatnya.
Dalam kegelapan yang mencekam, panggilan keputusasaan terdengar di tengah hujan peluru dan derap langkah kematian. "Cepat, lari! Itu tank musuh!"
Seketika, ketegangan merayap dalam diri mereka berdua, mengusir ketakutan yang membeku di hati mereka. Mereka melepaskan beban yang mereka bawa dan fokus hanya pada satu tujuan: menyelamatkan diri. Langkah-langkah mereka berdenyut di atas tanah yang bergetar, hati mereka berdetak kencang, dan nafas mereka seperti pedang tajam yang menusuk dalam gelapnya malam.
Namun, takdir tampaknya telah memutuskan permainan mengerikan. Dari belakang, terdengar gemuruh mengerikan ketika laras tank musuh berhenti tak jauh dari mereka dan melesatkan proyektil mereka. Mereka berdua terlempar ke tanah oleh gelombang kejut yang mengerikan. Kepala mereka berputar-putar dalam kebingungan, dan mereka merasa seperti dihantam oleh palu raksasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantastikkehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
