Para Tentara Kekaisaran dari berbagai unit mulai berdatangan ke Florida. Memenuhi medan itu dengan suara ribuan langkah kaki besarta roda roda besi yang berputar. Memasang tenda tenda mereka yang menyebar ke penjuru daerah. Para prajurit terlihat sibuk mengangkut persediaan logistik mereka yang akan menjadi bekal mereka di Arlern.
Kebanyakan para prajurit yang diterjunkan adalah orang orang yang baru lulus dari Academy. Orang orang yang terbilang masih polos dalam urusan membunuh tapi semangat mereka masihlah bergelora. Para pemuda yang masih haus dengan penghargaan dan jiwa patriot mereka.
Sebagian besar para Prajurit senior kini telah dipersiapkan untuk menggempur kembali kota Norden. Mereka benar benar mengantisipasi kehadiran seorang God Knight dari Grasia yang terakhir terlihat disana. Para penyihir Senior telah dilengkapi mesin baru segera menyusun rencana mereka untuk menyergap manusia super itu di Norden.
Mata mata mereka menemukan bahwa Grasia tidak memberikan tanda tanda meninggalkan Kota Norden ketika Ibu kota mereka memiliki celah. Pihak kekaisaran memutuskan mengirim para prajurit muda mereka untuk menguasai medan Arlern yang sudah lemah. Serta 1 kompi Penyihir yang terbilang cukup siap untuk diterbangkan menuju medan perang apalagi mereka pernah memiliki pengalaman mengesankan di Florida.
Kekaisaran merasa yakin akan rencana mereka kali ini. Memancing pasukan utama Grasia untuk mundur ketika mendengar Ibu kota mereka terancam dan dengan mudah menguasai kembali Kota Norden.
Bahkan ini akan menjadi kesempatan kekaisaran untuk menyerang Ibu kota Grasia. Memungkinkan terjadinya pengepungan dari dua arah yang akan menuntut Grasia untuk menyerah.
Para Kompi penyihir Tourusm terlihat sudah datang ke Florida dan mendapat sambutan dari para Prajurit disana. Pertempuran Florida yang lalu membuat Para penyihir itu dikenal dan dihargai.
Satu persatu mereka turun dari Kendaraan akut personel menginjakan kembali langkah mereka di tanah Florida untuk kedua kalinya. Hanya saja cuaca hari itu cukup bersahabat, langit tidak lagi mendung dan menurunkan tetesan air. Membuat tanah disana cukup kering dan memudahkan pergerakan pasukan.
Seorang gadis bersurai perak mulai turun dari kendaraan dengan kaki mungilnya. Menatap ke arah mentari yang silau sambil memfilternya dengan tanganya. Udara hari itu terasa sejuk dibandingkan terakhir kali dia disana yang di penuhi asap hitam.
"Philia, Joans dan Yoshua pimpin Regu kalian dan segera pasang tenda" Perintah Luis memanggil para Komandan regu.
"Baik" ucap ketiganya serentak
Para penyihir Florida segera memasang tenda peleton mereka yang dipisah berdasarkan Regu. karena rumah rumah disana kebanyakan telah hancur akibat ledakan pertempuran sebelumnya membuat mereka harus tidur di luar.
Namun semuanya tidak mengeluh, lagi pula cuaca hari itu sedang bersahabat dan kebanyakan dari mereka malah menyukai untuk tidur di luar. menerima angin sejuk dan menyiapkan api unggun untuk malam hari yang terbilang cukup menyenangkan.
Tapi tidak untuk Philia, dia sedikit mengeluh harus satu tenda dengan semua laki laki ini. Apalagi dirinya sekarang adalah perempuan, tapi mau bagaimana lagi jumlah tenda di sana terbatas. Jadi dia memberi perintah kepada Regunya untuk menjaga jarak denganya dan itu dipahami oleh mereka.
Diperkirakan mereka akan menginap malam ini disini sampai semua Tentara berkumpul di Florida.
"Disini terasa lebih menyenangkan dari pada terakhir kali kita disini"
"yah ini benar benar seperti sedang bertamasya"
"Tentu saja karena kemarin kemarin itu kita dalam situasi genting," Potong Heiar yang tiba tiba datang sembari memanggul puluhan kayu bakar.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantasykehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
