35

4.3K 518 17
                                        

Matanya menatap tidak percaya ke arah Philia yang mulai menembakinya dengan sihir. Seseorang yang telah membuatnya kerepotan seperti ini datang dari seorang gadis. Beberapa pertanyaan muncul dalam benaknya, Siapa sebenarnya perempuan ini?. Jika saja dia bukan musuhnya sekarang, Leandro mungkin akan mengajaknya untuk berbicara karena rasa penasaranya.

Leandro terus menerima serangan sihir Philia yang terus di lesatkan kepadanya. Namun itu hanya menabrak dengan sia sia. Dia tidak mengerti kenapa orang di depanya tidak mundur melihat lawan yang tidak sepadan denganya. Berapa kalipun dia berusaha, seranganya tidak akan pernah bisa melukainya. Seperti besi yang dilempar oleh batu kerikil, itu hanya akan memantul dengan tidak menimbulkan kerusakan.

Philia memerintahkan regunya untuk mengurus kesatria grasia yang terbang sendiri di belakang Leandro selagi dirinya mengurus Pria super ini. Dengan sisa pasukan, regu tiga mulai menembaki James dan mengeroyoknya dari segala arah. 

Leandro berbalik menatap Sahabatnya yang sedang kerepotan. Bersiap tebang membantunya namun Philia tidak membiarkan itu dan segera menghadang Leandro dengan sihirnya.

"Kau-" Leandro mengigit bibirnya kesal, menyaksikan James yang terus bermanuver menghindari serangan dan sesekali proyektil sihir mengenai dirinya dan menghancurkan barriernya.

Jika dia terbang membantu james dan membunuh penyihir kekaisaran satu per satu. Itu akan membutuhkan banyak waktu dan akan membuat rencana musuhnya berhasil melihat front utama sudah mulai kewalahan jika dia tidak segera membantu mereka. Leandro berbalik ke arah Philia, jika dia berhasil membunuh komandan musuh mungkin akan membuat pasukanya bubar dan menyerah. Apalagi dia selalu menghalanginya untuk pergi, Leandro membulatkan keputusanya dan berniat membunuhnya walaupun dia adalah seorang perempuan. Ini adalah perang siapapun yang berada di dalamnya pasti tau resikonya. 

Leandro mulai menerjang ke arah Philia, menghindari setiap proyektil yang dilayangkan olehnya. Dengan pedang sihirnya dia layangkan untuk menebas peluru yang datang. Philia segera menjaga jarak melihat musuhnya datang ke arahnya dengan kecepatan tinggi. 

Walaupun Philia memiliki kecepatan yang tinggi dalam terbang namun pengalamanya dalam sihir masih dangkal dan perlahan jarak di antara ke duanya mulai mendekat. Philia menarik nafas panjang dan mengaturnya dengan tenang sembari terus terbang menjauh. Mengisi senapanya dengan sihir penghancur yang telah dia uji bersama pangeran Frederick. 

Berharap ledakan yang berkali kali lipat dari sihir tingkat tinggi ini mampu menembus pertahanan God Knight. Melirik ke arah Leandro yang sudah berada tepat di belakangnya, menunggu moment yang pas, Philia mulai berbalik dan membidik tepat ke arah Leandro yang sedang dalam keadaan tidak siap.

Merasa terkejut Leandro membulatkan matanya melihat Philia yang sudah siap melesatkan tembakanya. Sebuah aurora yang tidak biasa bersinar terang melebihi sesuatu yang dikenalnya. Leandro segera mengaktifkan Barriernya. Firasatnya mengatakan sesuatu yang berbahaya akan datang kepadanya.

"Terima ini" Teriak Philia yang sudah kesal karena telah membunuh rekanya.

Cahaya merah terang melesat dari moncongnya dengan kecepatan tinggi, Menghantam Leandro dan menciptakan Ledakan yang luar biasa. Bola api raksasa memenuhi langit yang dapat terlihat dari setiap wilayah Norway membawa suara ledakan yang dapat di dengar oleh setiap manusia di wilayah itu.

Philia mulai terengah engah, nafasnya mulai tidak karuan. melirik ke arah kantung serum mananya yang sudah habis. Sudah di pastikan dia tidak akan bisa lagi untuk bertahan lebih lama lagi. Menatap ke arah bola api yang perlahan menghilang, Menghasilkan asap hitam tebal yang melambung tinggi. Apakah serangan itu efektif?.

"Apa ini sudah selesai?" Philia memejamkan matanya lelah, tidak di sangka dia benar benar menghadapi sosok manusia seperti itu. Mata birunya melihat ke arah suatu benda yang terjatuh ke bawah dari dalam asap.

Itu adalah pedang yang dibawa Leandro yang terjun bebas ke tanah. Philia menelan ludahnya merasa curiga akan hal itu. Dia sudah tidak bisa lagi melepaskan serangan, mananya sudah tinggal sedikit lagi untuk disimpanya agar terhindar dari efek kehabisan mana.

Suara tawa gila keluar dari dalam kepulan asap hitam yang sudah mulai hilang terbawa angin.

"Kau benar benar luar biasa" ucap Leandro memperlihatkan wajah bahagianya. Namun didalamya dia merasa trauma, untuk pertama kalinya dia merasakan ketakutan akan kematian. Gadis di depanya benar benar membuatnya sampai pada titik puncaknya.

"Dasar monster" ucap Philia menatap sinis sembari mulai tersenyum pasrah.

Leandro mulai menerjang kembali ke arah Philia dengan tangan kosong. Melayangkan tendanganya kuat kuat yang mengarah tepat ke arah tulang rusuk kiri Philia. Tidak putus asa dia menahan menggunakan senapan miliknya. 

TRAAAAAAAK

Senapanya patah tidak mampu menahan tendangan dari kaki Leandro yang keras. Dengan Sigap mengambil kembali belati dari sakunya dan menusukanya tepat ke arah kepala Leandro. Namun Leandro yang terlatih mampu menahanya dan memegang kuat kuat pergelangan tangan Philia.

Philia tidak bisa menggerakan tangan kananya dan disusul melayangkan pukulan dengan tangan kirinya. Itu masih sama dan Leandro memegang kedua tangan Philia membuatnya tidak bisa lagi untuk kabur. Wajah mereka kini saling berhadapan dan memberikan ekspresi permusuhan di antara keduanya. Philia dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan pegangan musuhnya namun itu sia sia, kekuatan pria di depanya benar benar melebihi dirinya.

Tanpa basa basi Philia menghantamkan tendanganya ke arah selangkangan Leandro namun Pria itu masih tidak bergeming dan hanya menggeleng tersenyum remeh. Dengan penuh dendam Leandro menghantamkan kepala kerasnya menuju dahi gadis itu. Membuat suara tulang saling beradu dan menciptakan luka memar di dahi Philia.

Pandangan Philia segera mulai buyar sambil terus mempertahankan kesadaranya, setelah dihantam oleh sesuatu yang peluru saja tidak dapat menembusnya. Melihat gadis di depanya sudah lemas tidak berdaya Leandro mulai merebut belati di tanganya dan hendak menghabisinya.

DUUUUUAAAAR

Suara ledakan sampai kepada telinganya dan menarik perhatianya. Leandro melihat ke arah itu yang memperlihatkan James yang sudah mati terjatuh setelah sebuah ledakan mengenainya. Dengan panik melemparkan gadis di depanya dan terbang cepat ke arah sahabatnya.

Bergerak seperti Falcon dengan kecepatan tinggi, mendaratkan seranganya dengan tiba tiba dari arah belakang penyihir kekaisaran. Merobeknya menggunakan belati yang direbutnya. Setelah membelah tubuh mangsanya dia segera merebut senapanya.

"Kalian...., aku pasti akan membunuh kalian semua" Teriak Leandro lantang yang membuat regu 3 tergertak.

"Bagaimana dia bisa disini?," panik regu 3 melihat God Knight sudah berada di hadapan mereka.

"dimana komandan?" ucap Heiar menatap ke arah Philia sedang dalam keadaan tidak berdaya yang sedang berusaha menggumpulkan kekuatanya setelah benda keras menghantam dahinya.

Leandro merapal mantra tingkat tinggi dan mulai melayangkan seranganya pada musuh di depanya yang sudah lemah kehabisan mana. Ledakan beruntun menghantam manusia yang sudah pasrah pada takdir. Melemparkan potongan tubuh mereka satu persatu dari efek ledakan yang tidak bisa mereka hindari.

Bahkan setelah semua ledakan yang di layangkan Leandro masih bisa melihat para penyihir yang selamat dalam keadaan terluka. 

"Kurasa ini sudah cukup" ucap Leandro mulai terbang ke arah pasukan utama

Dengan segera mengubah alur peperangan dan melayangkan sisa sihirnya untuk menghancurkan formasi musuh dan membuat Kekaisaran terpaksa mundur.

NEMESIS The Demon from EmpireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang