Asap hitam mulai pergi terbawa angin di udara. Leandro diam tidak bergeming setelah menerima ledakan yang terkonsentrasi itu. badanya masihlah tidak dapat bergerak setelah menerima Listrik bertegangan tinggi. Namun tubuhnya masihlah dalam keadaan baik baik saja, Melihat itu Philia benar benar merasa ngeri. Bisa bisanya ada orang yang mampu selamat setelah menerima serangan seperti itu.
"Ternyata kabarnya memang benar, tapi apakah dia akan masih bisa bertahan jika aku serang terus menerus seperti itu?" ucap Philia dari balik buff hitamnya. Menyipitkan matanya menatap tidak suka.
Berhadapan secara langsung seperti ini benar benar sangat berbahaya. Dia harus segera bertindak sebelum efek stunya habis. Philia dan regunya segera melepaskan rentetan tembakan sihir rendah yang menghujani Leandro dengan brutal. Namun itu sama sekali tidak menembus tubuhnya. Apakah tuhan memberikan suatu cheat kepada orang ini seperti sorang main karakter.
Philia mengokang senjatanya mengisinya dengan sihir menengah dan mencoba mengarahkanya kepada wajah Leandro yang sedang berusaha bergerak dengan paksa. Dia menatap ke arah Philia marah seakan ingin benar benar membunuhnya. Melesatkan seranganya tepat ke arah mata Leandro dan meledak membuat wajahnya sedikit terpental ke belakang.
Philia menghela nafasnya setelah semua rentetan ledakan itu, pria di depanya masih utuh tanpa luka. jika ini terus berlanjut regunya akan dalam bahaya akibat kehabisan mana. Leandro sudah mulai bisa menggerakan tanganya dan mengarahkan senapanya. Tidak memberi kesempatan Philia segera menembakan lagi serangan kilat miliknya dan menghantam Leandro yang masih basah, membuatnya kembali tidak bisa bergerak tersengat arus listrik.
Philia terus berfikir keras bagaimana cara membunuhnya?. Apa membakarnya hidup hidup akan mengakhirinya. Dengan cepat merapal sihir untuk membentuk komposisi pada senapanya. Mengubahnya menjadi sebuah flamethrower yang menyemburkan kobaran api bertekanan tinggi.
Api membara berkobar membakar seluruh tubuh Leandro yang masih terkena efek sengatan. Melihat Pria itu terbakar hebat membuat semua regu 3 menghentikan tembakan mereka setelah tubuh Leandro mulai terjatuh bebas ke bawah.
"apa dia mati?" ucap seorang dari regu 3 yang mulai terbang mengejar jasad Leandro.
Slasssssss
Tubuhnya terbagi menjadi dua setelah sebuah pedang berlapis sihir menebas perut penyihir kekaisaran yang mengejar tubuh Leandro. Semua regu 3 terkejut akan hal itu menyaksikan rekan mereka mati dan terjatuh ke tanah. Leandro telah menipu mereka dan berpura pura mati. Tubuhnya telah kering akibat api yang membakarnya dan Listrik mulai menghilang dari tubuhnya. Dengan marah dan kesal memusatkan energinya pada kecepatan dan pedang sihir miliknya. Tubuhnya masih mengobarkan api yang membuatnya terlihat seperti ghost rider.
Menerjang ke arah para Penyihir kekaisaran yang sudah mulai menyebar atas perintah Philia. Namun kecepatan terbang Leandro bisa dengan mudah mengungguli mereka yang lambat. Dia telah kesal dipermainkan dengan senapanya dan membuangnya jauh jauh. Mengejar setiap musuhnya dengan pedang berlapis sihir yang menjadi keahlianya setelah berlatih sejak kecil bersama putri Iris.
Menebas dengan gila setiap mangsa yang dikejarnya, bahkan barrier sihir mereka tidak mampu menahan tebasan yang dilayangakan sekuat tenaga dan membuatnya hancur berkeping keping.
"Tidak-" Dengan ganas Leandro memenggal kepala mangsanya.
Satu demi satu para penyihir kekaisaran mulai berjatuhan. Menyaksikan itu Philia menggigit bibir bawahnya, kesal melihat regunya mulai berguguran, sudah 5 orang telah mati mengenaskan dan jatuh entah kemana. Dengan marah mengisi senapanya dengan sihir tingkat tinggi dan menghantamkanya kepada Leandro yang hendak menebas lagi anggotanya.
Leandro mulai terpental jauh tanpa persiapan. Dia mulai menatap ke arah para penyihir disekitarnya yang akan menembakan air lagi. Tidak seperti sebelumnya Leandro mulai menghindari setiap serangan yang dilayangkan kepadanya. Arus listrik yang dia terima benar benar membuatnya kerepotan. Untuk pertama kali dirinya merasa terpojokan, menatap ke arah Philia yang sudah mengokang sihir petirnya.
"Dia komandanya ya" ucap Leandro yang melihat ke arah seseorang yang menutupi wajahnya.
Dia benar benar merasa mengapresiasinya, karena telah membuat dirinya dalam keadaan seserius ini. Menatap lurus ke arah mata biru safir yang jernih, Leandro mulai menambah kecepatanya guna menghindari setiap proyektil cair yang dilayangkan. Namun beberapa serangan mengenai badanya dan mulai membasahi lagi tubuhnya. Melihat itu Philia segera melepaskan serangan petirnya menuju Leandro.
Braaaaak
Suara pecah dari barrier sihir yang telah menahan serangan Listrik Philia. Itu adalah seorang Knight Grasia yang terbang cepat dan melindungi Leandro. Para regu 3 terlalu sibuk dengan Leandro dan mengabaikan seseorang yang terbang cepat ke arah mereka.
"James-" ucap Leandro melihat sahabatnya datang menolongnya terbang seorang diri.
"Kau benar benar ceroboh sampai membuat kami khawatir" ucapnya melayangkan senyumanya.
"tangkap" lanjut James melemparkan barrier sihir yang dihadiahkan Alcira.
"ini !!" Leandro menatap lekat Barrier sihir miliknya yang dapat melindunginya dari segala arah sangat cocok digunakan untuk menghadapi penyihir dihadapanya yang saat ini mengelilinginya. Dia segera memakainya dan mulai mengaktifkanya, dirinya benar benar ceroboh untuk mencoba terbang tanpa perlindungan dan hanya percaya pada kemampuan diri.
"Bagaimana situasi belakang?" tanya Leandro tampak khawatir.
"mungkin sedikit kerepotan, jika kita tidak segera kembali mungkin kita akan kehilangan banyak personel"
Leandro mengerti dia menatap ke arah Philia dan hendak segera menghabisi komandan musuh. Setelah membunuhnya komando akan terputus dan dia akan dengan mudah untuk dapat mengalahkan semuanya dengan cepat.
"Baiklah James kau lindungi aku dari belakang" ucap Leandro sembari mulai bersiap menerjang dengan kecepatan tinggi.
"tembak"
Rentetan proyektil cair kembali ditembakan ke arah Leandro namun itu terhalang oleh barrier sihir miliknya yang sudah aktif. Ditambah James yang mulai menembak jatuh satu persatu penyihir kekaisaran. Philia menjadi panik, rencananya hancur total. Bagaimana ini bisa terjadi mereka akan kalah. Ini akan menjadi sebuah kematian bagi regu 3.
Mengatur nafasnya sambil terus berfikir untuk mengatasi ini secepatnya melihat regunya sudah mulai berguguran.
"KOMANDAN AWAS, dia ke arahmu!" Teriak Heiar memperingatkan Philia yang tengah melamun sejenak.
"Apa.!?" ucap Philia terkejut melihat Leandro yang sudah berada tepat di depanya dengan pedang tajam yang mulai dilayangkan. Tidak sempat memasang barrier miliknya Philia dengan reflek menghindar, namun tebasan Leandro yang kuat dan cepat sudah berada tepat di dekat kepalanya.
Slaaaaaas
Sesuatu terjatuh ke tanah membuat semua regunya terlihat gelisah. Sebuah rambut panjang berwarna perak terlihat berkibar dengan indah tepat di depan Leandro. Membuatnya sedikit terkejut akan hal itu setelah menebasnya, ternyata komandan musuh yang dia kira adalah pria adalah seorang gadis yang memiliki rambut langka sama sepertinya.
Philia bernafas lega, hampir saja dia terbunuh. Helmya telah terbelah dan terlepas dari kepalanya. kalau saja dia tidak menunduk segera bisa dipastikan bahwa kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.
Merasa risih akan hal itu Philia segera menebas Leandro yang berada tepat di depanya dengan sebuah belati di sakunya. Leandro yang sedang bengong bereaksi cepat menangkisnya dan melakukan serangan balik. Philia menahanya menggunakan senapanya dan mulai terbang menjauh.
Melepaskan kacamata dan buff miliknya memperlihatkan wajah yang dihiasi rambut perak yang terurai bebas terhempas angin.
"Kau wanita?" tanya Leandro heran menatap ke arah Philia memastikan.
"Tentu saja, ada masalah dengan itu?" ucap Philia segera membidik ke arah Leandro dan melepaskan sihirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantasiakehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
