Philia Magyarorstaff
Di bawah guyuran air dingin yang datang dari sebuah shower aku membersihkan tubuhku. Bau amis dengan cepat menghilang beserta noda merah yang mengalir mengikuti aliran air.
Memejamkan mataku sambil terus menenangkan diri di bawah butiran butiran air yang terus berjatuhan.
Aku benar benar menghajar mereka secara berlebihan bahkan beberapa dari mereka telah kehilangan giginya.
Ini pasti akan jadi masalah untuku, tapi beruntung mereka semua masih hidup.
"Aww ini benar benar perih"
Aku benar benar lupa bahwa kini aku wanita. Perkelahian tadi siang membuat tanganku terluka.
Aku menatap tanganku yang penuh dengan luka robek dan kakiku yang memiliki banyak memar.
Ini pertama kalinya aku merasakan benar benar diremehkan oleh rekan rekanku. Setiap orang disini yang aku temui terus memandangku dengan remeh. Tatapan mereka semua aku benar benar membencinya.
Apakah salah bagi seorang wanita untuk menjadi penyihir?
Aku mematikan keran air dan mengeringkan badanku.
Menutupi dengan handuk dan kembali ke dalam ruanganku.
Karena hanya aku penyihir perempuan disini membuat pihak departemen memberikan ruangan khusus untuku. Tempat yang cukup luas untuk di diami seorang diri.
Sebuah ketukan datang dari balik pintu.
"Komandan ini Weish"
Aku bisa dengan jelas mendengarnya dari dalam sini.
"Ya ada apa"
"Apa aku boleh masuk"
"Tidak.. bicara saja di sana"
"Apa boleh aku tau kenapa?"
"Apa kau mau melihat seorang gadis tanpa busana"
"Baiklah aku mengerti, Letnan Luis memanggilmu ke kantornya"
Luis memanggilku, pasti itu karena kejadian siang tadi, aku pasti akan di bentaknya lagi.
"Baiklah saya mengerti"
"Kalau begitu aku permisi"
Kupikir Luis adalah seorang pria yang sabar. Kesabaranya hanya bertahan selama 2 minggu dan tadi siang dia benar benar memarahiku. Kabar tentang dirinya yang penyabar dalam mengajar adalah sebuah kebohongan.
Sekarang dia memanggilku ke ruanganya, aku tidak punya pemikiran apapun selain kejadian pendisiplinan yang aku lakukan.
Aku memakai seragamku, dan merapihkan rambutku. Dan berjalan menuju ruanganya.
____________
Luis duduk di bangku kerjanya dengan wajah kesal menatap sebuah surat resmi dari militer pusat di tanganya.
Aku kira hanya diriku yang di panggil tetapi Danru 1 dan 2 ikut di undang. Itu membuatku berfikir ulang tentang apa Luis memanggilku.
"Apa kalian tau untuk apa kalian di panggil malam malam begini"
Ucap luis santai
"mungkin evaluasi latihan tadi siang"
Jawab Danru 2 dia adalah Joans Yoberlis seorang yang sikapnya menurutku mirip dengan Weish, dia akan menghormati siapapun yang berbicara denganya. Sikap dewasanya dalam menangani setiap masalah aku menyukainya. Usianya 2 tahun lebih tua dariku. Dia adalah salah satu yang menghargaiku diantara teman temanya yang menyebalkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantasykehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
