Iris terduduk di meja kerjanya yang terlihat di penuhi tumpukan kertas. Itu adalah tumpukan laporan dari beberapa badan dan yayasan Kerajaan yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kesahatan. Selama peperangan ini Dia telah banyak menerima laporan kekurangan bahan pangan dari beberapa sektor.
Bahkan setelah Federasi Libya telah menyuplai bantuan Logistik kepada Kerajaan Grasia kondisi krisis pangan masihlah terjadi di beberapa wilayah. Melayani Rakyat adalah tugasnya sebagai keluarga kerajaan, apalagi dikala Raja dan Pangeran mahkota sedang terjun ke medan perang. Urusan negara telah di ambil alih oleh sang Ratu di bantu perdana mentri dan Dirinya.
Matanya terlihat sayu memikirkan banyaknya anak anak yang telah menjadi yatim akibat perang melawan kekaisaran. Kenapa orang orang tidak secara baik baik membicarakan permasalahan antar negara ini di bawah perjanjian. Untuk menghentikan pertumpahan darah ini yang terus mengalir deras menyirami bumi.
Punggungnya sudah mulai pegal telah duduk disana selama berjam jam dan hanya meminum teh aromatiknya. Melihat ke arah jendela memperlihatkan hari yang sudah mulai sore. Dia teringat sebuah Janji dengan Alcira segera bangkit dan berjalan ke arah lemarinya. Membukanya dan mengambil sebuah kotak kecil yang berisi Serum mana.
Itu adalah hadiah yang di berikan Leandro secara diam diam dari garis depan. Karena tidak mungkin dia bisa memilikinya dengan setatus Putri yang dia miliki.
BRAAAAK
Seorang membuka pintu dengan keras membuat Iris meloncat kaget
"Kakak apa kau sudah siap" Ucap Alcira dengan semangat.
Iris menatapnya jengkel perlahan berjalan ke arahnya untuk menjewer Telinganya.
"kakaak sakit" Ucap Alcira memegang telinganya yang merah.
"Ketuk pintunya, apa kau tidak belajar etika"
"Aku terlalu bersemangat, lihat aku telah membawa alat alatnya" Ucap Alcira memperlihatkan beberapa alatnya kepada kakanya dengan girang seakan melupakan beban dan masalah yang dia miliki. Memperlihatkan penemuanya satu persatu seperti anak anak yang mengeluarkan mainan andalan miliknya. Iris mengingat kembali Ketika mereka masih anak anak yang selalu menghabiskan waktu bersama.
Senyuman Alcira yang begitu manis dengan wajah imutnya dihiasi kedua mata Hijau zambrun yang seperti boneka. Iris mulai tersenyum melihat kelakuan adiknya itu.
"Kakak apa kau memperhatikanku?" Ucap Alcira cemberut
"iya iya" Iris terkekeh pelan
"tapi dimana kita akan mencobanya ?" tanya Alcira kebingungan
Mereka tidak mungkin mencobanya di istana itu akan menjadi masalah untuk mereka. Iris terlihat berfikir .
"Aku tau seseorang yang bisa di ajak kerja sama" Ucap Iris dengan senyum kemenangan.
***
"Nyonya..Putri Iris dan Alcira datang berkunjung"
"haaaah, apa lagi yang akan Putri gila itu lakukan di sini"
Ucap Seorang wanita berumur dua puluhan yang sedang duduk santai menikmati waktu sorenya. Wajahnya menandakan ketidaksukaan atas kunjungan Kedua putri kerajaan yang kini sudah berada di depan rumahnya. Wajahnya mengintip dari balik jendela menatap langsung kepada kedua wanita yang kini melambai ke arahnya dengan senyuman.
"Sudah ku duga dia akan melakukan hal gila lagi, apa apaan Tas besar itu, apa itu bom" Ucapnya dengan parno mengingat kejadian kejadian lalu dari kunjungan sahabatnya Iris kepadanya yang terbilang selalu membawa masalah untuknya. Tapi Status Putri itu yang membuatnya tidak bisa berbuat apa apa dan hanya dengan pasrah menerima masuk keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEMESIS The Demon from Empire
Fantasykehadiranya dalam medan perang menjadi sebuah Terror tersendiri bagi musuh musuhnya. Seorang Tentara ternama berenkarnasi menjadi seorang gadis berambut perak dengan dianugrahi sihir yang besar. Dengan pengalaman dan ilmu di kehidupanya yang lalu m...
