11

7.6K 817 8
                                        

Seorang tentara dari Divisi penyihir dipanggil ke garis belakang untuk memberikan pengajaran singkat untuk para calon siswa.

Itu adalah sebuah kehormatan baginya serta menjadi liburan yang membuatnya tidak lagi menghirup asap hitam di garis depan.

Dia dipilih oleh seorang perwira bukan karena kemampuanya yang lebih baik dari tentara lain tetapi karena kelihaianya dalam melakukan penjelasan dan dalam memperagakan sesuatu dengan sempurna.

Kesabaranya bisa dibilang yang terbaik dalam mengatasi para siswa yang mungkin sedikit merepotkan untuk kalangan para penyihir garis depan.

Dia adalah Luis Pondaria seorang pria dengan postur badan proposional dan wajah yang simetris.

"Baik sekarang di tangan kalian sekarang adalah sebuah senapan yang tidak di bekali amunisi, tugas kalian sekarang adalah memusatkan energi dari operation orb kedalam senapan kalian"

Jelas Luis sembari memberikan sebuah contoh kepada 3 siswa yang telah lolos sampai tahap ini. Ini adalah angka yang sangat sedikit dibandingan dengan kelas sebelumnya. Tidak ada yang membuatnya terkejut kecuali seorang gadis yang berhasil lolos. Karena sangat jarang untuk wanita untuk dapat menjadi penyihir kekaisaran.

Segera dia mengambil senapan berjenis mauser dan segera membidik lurus kepada target dengan jarak 100 meter. Sebuah Der stein Operation telah dipasangan kepada tubuh luis dan itu segera berfungsi dengan baik membuktikan dia telah berpengalaman dalam hal ini.

Sebuah energi dalam bentuk cahaya mulai berkumpul masuk kedalam magazin yang kemudian di kokang. Orang orang disana bisa melihatnya dengan jelas cahaya merah yang mengelilingi Luis bersinar terang seperti sebuah Aurora.

Termometer Luis mulai sedikit naik dan Orb miliknya mulai bergetar pelan. Itu mengeluarkan suara seperti sebuah dinamo yang kasar.

"Setelah terisi lalu tembak"

Peluru magis melesat cepat mengenai sasaranya, itu telah menembus plat baja yang menjadi sasaranya.

"Cara kerjanya tidak jauh seperti sebuah peluru hanya saja itu memiliki kecepatan dan kekuatan melebihi peluru itu sendiri, itu adalah mantra dasar tipe rendah"

Luis mematikan alat miliknya secara paksa dengan melepaskanya dari tubuhnya.

"Ini tidak akan bekerja jika alat ini kalian lepas, tetapi senjata yang sudah kalian isi dengan magis akan tetap menyala sampai energinya benar benar habis, jika kalian tidak menembaknya itu akan bertahan di dalam senapan selama kurang lebih 2 jam atau bisa lebih lama lagi tergantung kepadatan sihir yang kalian masukan"

Philia segera memahami penjelasan Luis begitu juga dengan kedua lelaki di sampingnya yang seperti menjaga jarak denganya.

"Sekarang coba kalian lakukan, ini adalah penentu kalian lolos seleksi atau tidak"

Heiar dan Weish segera mempraktekan penjelasan yang di berikan oleh Luis.
Untuk Heiar itu terbilang cukup mudah karena dia telah menghabiskan banyak waktu di pelatihan menembak.

Dia hanya perlu tenang dan konsentrasi pada senapanya tetapi berbeda dengan Weish dia merasa tidak percaya diri dengan kemampuan menembaknya. Keduanya mulai mengisi senapan mereka dengan magis dan itu membuat temperatur keduanya naik dengan drastis.

Heiar mencoba menenangkan dirinya dan mencoba mengatur gelombang pikiranya dengan perlahan. Weish yang mulai berkeringat dingin melihat temperaturnya tidak kunjung turun, dia benar benar khawatir orb miliknya akan meledak.

"Hei Weish tenangkan pikiranmu, ingat untuk apa kita disini dan apa yang kita perjuangkan"

Ungkap Heiar menenangkan temanya, dan itu membuat Weish menjadi lebih tenang dan mulai menjernihkan pikiranya

"Yah. Mari kita bertemu di Departemen sihir" ucapnya tersenyum ramah.

Keduanya bersamaan melepaskan tembakan mereka dan itu tepat mengenai sasaranya.

"Wooosh jackpot selamat untuk kalian berdua" ucap Luis dengan bangga

Philia yang melihat mereka berdua berhasil merasa tidak mau kalah dengan seseorang yang tadi membuatnya emosi. Dia mulai memasang ancang ancang untuk menembak. Orb miliknya mulai bercahaya dan mengisi senapan  dengan magis, suhu termometer miliknya tidak menunjukan perubahan apapun.

Dengan tenang membidik targetnya dan melepaskanya. Sebuah peluru segera melesat cepat dan mengenai targetnya.

"Boommm , luar biasa"

Luis bertepuk tangan, itu merupakan sebuah kejutan lagi untuknya melihat kemampuan menembak gadis di depanya yang selama ini dia kira hanya sebatas keberuntungan.

Itu adalah sebuah hasil yang di tunjukan oleh tentara profesional yang telah mengasah kemampuan menembaknya selama bertahun tahun. Dan itu datang dari seorang anak yang menyerupai Putri kerajaan.

Dengan segera mereka dinyatakan lolos dan diharapkan untuk segera membereskan barang pribadi mereka. Karena setelah ini mereka akan di pindahkan menuju Depertemen Sihir dan tidak lagi terikat dengan Academy.

Philia segera membereskan peralatanya dan berjalan keluar lapangan latihan dengan hati yang sedang kesal. Dia melewati Heiar dan Weish yang sedari tadi terus memandanginya dengan serius.

"Sampai jumpa lagi di Departemen sihir"
ucapnya kepada dua orang itu dengan dingin. Heiar dan Weias hanya bisa terdiam mematung terutama Heiar yang tadi sudah menyingungnya.

"Ku rasa kau dalam masalah"

Ucap Weish, Heiar yang mendengar itu hanya bisa menyentuh perutya yang masih terasa sakit.

"Tunggu siapa namamu"

Ucap Luis berteriak memanggil gadis bersurai perak yang sudah berjalan membelakanginya. Segera Philia berbalik menatap Luis.

"Philia..Philia Magyarorstaff"

Segera Philia kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Lapangan tanding.

NEMESIS The Demon from EmpireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang