33

4.4K 552 106
                                        

Pagi itu langit terlihat cerah membentang berwarna biru dengan diselimuti awan awan tipis. Angin terasa berhembus ke utara dengan membawa suasana mencekam dari ribuan tentara Grasia dan Libya yang mulai berjalan perlahan dengan rencana yang telah mereka buat. Jauh di utara Norway mereka bisa menyaksikan menggunakan teropong jarak jauh bahwa pihak kekaisaran juga sudah mulai bergerak. Serangan ini terbilang berbahaya bagi Sekutu karena melakukan ofensif dari pada defensif mengingat jumlah mereka yang terbilang kalah.

Namun Di atas mereka terlihat God Knight yang melayang membawa Moral pasukan naik beserta perlindungan bagi mereka. Terbang dengan kecepatan tinggi tanpa pertahanan, memusatkan sihirnya pada kecepatan dan seranganya. Dengan ceroboh menolak membawa barrier sihir karena percaya akan kemampuanya. 

Terbang seorang diri menuju musuh tanpa pengawalan pasukanya. Para kesatria penyihir di perintahkan Leandro untuk terbang di atas pasukan utama, menjaganya di udara jika penyihir kekaisaran membagi kekuatan dan mengepung pasukan utama mereka. Mengingat Leandro seorang diri tidak akan mampu menjangkau semuanya sekaligus. Walaupun kini dia mampu membunuh semuanya seorang diri, bisa saja Kekaisaran membuat sebuah siasat. 

Memacu alat sihirnya terbang jauh ke utara menembus udara, membuat suara seperti sebuah rudal yang diluncurkan. Matanya menatap pasukan kekaisaran dari langit dengan penuh tekad untuk menghancurkanya. Bukan karena benci tetapi itu adalah rasa cinta dari sesuatu yang dilindunginya. Menghapus rasa kepedulianya terhadap musuhnya yang mengancam negara dan orang orang yang hidup di dalamnya.

Menganggap bahwa kemampuan yang dimilikinya dianugrahkan untuk melindungi dan menghancurkan tirani. Sebuah pemberian dari tuhan sebagai mukjizat untuk menggambarkan kebesaranya. Memegang senapanya dengan erat dan mengarahkanya pada musuhnya.

Pandanganya kini teralihkan dan melirik ke arah para penyihir yang mulai terbang ke arahnya. Itu adalah satu regu yang dipenuhi remaja. Leandro melihat ke arah orang orang yang hendak menyerangnya. Menghentikan lajunya dan mulai memutar senapanya kepada mereka. Kekaisaran benar benar tidak pernah jera untuk terus berusaha menyerang sosok God Knight, sudah tidak terhitung jumlah pesawat dan penyihir yang ditembak jatuh olehnya. Kini mereka mengirim lagi penyihir muda yang dibalut dengan peralatan mereka lengkap dengan pakaian dinas khas kekaisaran. Helm hitam menutupi setiap kepala mereka ditambah sebuah buff dan kacamata menutupi setiap wajah. 

"aku harus segera menyelesaikan ini" 

Leandro harus segera membunuh semua penyihir ini yang menghalanginya dan mulai menghancurkan barisan pasukan utama kekaisaran yang sudah bergerak maju ke arah selatan. Jika tidak mereka akan melakukan bentrokan dengan pihaknya yang terbilang lemah.

Merapal mantra dengan ledakan tinggi mengarahkanya ke sekumpulan manusia di depanya. Berniat membunuh mereka semua dalam satu serangan. Namun para penyihir yang di pimpin Philia mulai menyebar dengan teratur mengelilingnya dari segala arah dengan mempertahankan kecepatan mereka. 

"Ini benar benar sulit" 

Leandro harus benar benar membunuh satu persatu dari mereka yang sudah menyebar. Menghemat sihirnya dia mengarahkan senapanya yang telah di isi mantra tingkat rendah. Mengokangnya dan melesatkanya ke salah satu penyihir. Itu meleset, orang yang di bidiknya benar benar lincah. Heiar tersenyum akan itu dan mengejeknya mengacungkan jari tengahnya.

Leandro kembali mengulang hal sama dan membidikanya pada penyihir lain. Peluru magis melesat pada penyihir yang terlihat lambat namun itu hanya mengenai Barrier sihirnya. Leandro mulai kesal dia tidak punya waktu untuk ini. Merapal sihir tingkat menengah dan mengarahkanya kembali kepadanya. Proyektil panas melesat cepat menghantam barrier sihir dan menghancurkanya namun penyihir itu masih selamat.

"Gustaf mundur, tangkap ini" ucap Heiar yang melemparkan Barrier sihir untuk mengganti Barrier miliknya yang telah rusak.

"Mereka ini-" Leandro mulai menatap marah pada para penyihir ini, mereka benar benar mempermainkanya dan hanya terbang mengitarinya bahkan tidak melepaskan serangan satupun.

"Jangan becanda!!" Teriak kesal Leandro jadi ini rencana mereka, membuatnya sibuk dengan hal ini dan membiarkan pasukan mereka bergerak bebas di darat. Leandro mulai terbang menjauh menuju tentara kekaisaran yang sudah maju terlalu jauh. sebentar lagi mereka akan benar benar bentrok dengan pasukan utama.

Tapi Leandro berfikir akan aman melihat para kesatrianya telah dia simpan disana. sekarang Leandro hanya melirik para penyihir menyebalkan ini yang terus mengikutinya dan tidak melepaskan sebuah serangan.

Sampai kapan mereka akan melakukan ini. Walaupun ini menjengkelkan bagi Leandro yang terus melepaskan sihir kepada mereka yang berujung nihil. ada kalanya mereka kehabisan mana, mengingat Leandro benar benar percaya diri dengan kapasitas sihirnya yang terbilang tidak normal.

Leandro merasa akan sia sia membuang buang sihirnya untuk menembak jatuh mereka dan teralihkan pada hal yang tidak berguna ini. Leandro berfikir untuk menghentikan seranganya dan memutuskan untuk menghemat mananya menunggu orang orang ini kehabisan mana dan menyerangnya dengan brutal. Seberapa lama mereka akan bertahan dengan sihir yang terus mengalir deras ke dalam barrier mereka?.

DAAAAAAAAR

Suara ledakan mulai terdengar dari bentrokan kedua tentara yang sudah saling berhadapan. Leandro menatap kesana dengan kesal, dia harus benar benar segera menyerang pasukan kekaisaran dan membantu kesatrianya yang terlihat telah di kepung oleh 2 regu penyihir kekeisaran.

Memusatkan sihirnya pada alat terbangnya dan bersiap terbang memutar arah dan terbang rendah.

Philia tersenyum licik dari balik buff yang menutupi wajahnya. 

"Mau kemana kau?" ucapnya pelan.

Para regu 3 kekaisaran mulai merapal mantra dan mengarahkanya terhadap Leandro yang hendak pergi. Menciptakan sebuah aurora hijau yang indah berkumpul ke dalam setiap senapan mereka. Leandro mulai berbalik dan mulai terkekeh remeh, mereka pihir bisa membunuhnya?.

Serentak menembakan sihir mereka yang melesat ke arah Leandro, namun itu bergerak sedikit lambat untuk sebuah peluru magis.

"Sadarlah, kalian tidak--?" potong Leandro merasa heran melihat tubuhnya basah kuyup dengan air. itu bukanlah sebuah proyektil magis, para pasukan yang dipimpin Philia malah merapal sejumlah volume air dengan kandungan mineral tinggi. Sebelumya Philia telah mengajarkan regunya untuk membentuk itu, mereka hanya harus menyusun komposisinya dengan sempurna dan sihirpun terbentuk. 

Regu tiga mulai tertawa mengejek, melihat ke arah Leandro yang bengong dengan serangan itu. Leandro semakin marah dan jengkel dengan cepat membalas serangan mereka. Namun regu 3 segera dapat mengantisipasi itu. Leandro kini teralihkan pada seorang penyihir yang mulai merapal mantra yang mengeluarkan aurora biru. 

Apakah dia akan menembakan air lagi atau sesuatu yang lain?. yang jelas apapun yang mereka tembakan tidak akan bisa melukainya.

Philia mengokang senapanya mengarahkanya menuju Leandro. Sebuah kilatan listrik keluar dari moncong senjatanya menembakan sebuah proyektil magis bermuatan listrik tinggi. menghantam Lenadro seperti sebuah kilat dari langit. 

Sebuah asap hitam mulai menyebar dari pusat tegangan yang mulai membuat Leandro tidak bisa bergerak. 

Philia mengigit bibirnya, bahkan setelah melakukan serangan barusan pria ini masih bisa bertahan, kalau itu manusia normal dia akan benar benar hangus menerima listrik bertegangan tinggi itu. Perkiraanya telah salah dan segera merubah rencananya.

Melihat itu Regu 3 serentak merapal sihir tingkat tinggi dan menembakanya dengan brutal. Sebuah ledakan hebat menggelegar di langit menyebarkan cahaya merah ke daerah sekitarnya. Para Prajutit Grasia yang mulai kewalahan menyaksikan itu dengan khawatir karena Leandro tidak kunjung datang.

"LEANDROOO!" Teriak Artuk berlari melihat ledakan itu dari dalam campnya yang memenuhi langit. 

NEMESIS The Demon from EmpireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang