5. Menjenguk Asep

100 4 0
                                        

Happy reading 🌻

Sesampainya di kamar Alysa lansung merebahkan tubuhnya terlebih dulu di kasur sebelum bersih-bersih. Pinggangnya terasa sangat pegal sekarang, duduk di pesawat, berjalan ke sana kemari, hari ini sangat melelahkan untuknya.

Perlahan Alysa mulai memejamkan matanya, matanya sejak tadi sudah sangat berat.

Suara pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Alana yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya bisa geleng-geleng kepala dengan posisi tidur Alysa yang setengah kakinya menyentuh lantai. "Lo mau tidur pake jeans? Ganti baju dulu buruan,"

Alysa kembali terbangun, mendudukkan dirinya dan segera memgganti bajunya ke baju tidur. Setelah selesai dirinya lansung kembali merebahkan dirinya kembali.

Sembari mengeringkan rambutnya, Alana perlahan menggeser dirinya lebih dekat pada Alysa. Melihat kasur yang terus bergoyang membuat Alysa menatap ke sebelahnya. "Mau apa lo?"

Alana terkekeh mendengar pertanyaan tersebut, seolah Alysa tau maksudnya sekarang. "Pandu apa kabar?"

"Baik, tubuhnya masih utuh," Tidak butuh waktu lama untuk Alysa menjawab hal tersebut, sejak seminggu lalu Alana terus menanyakan pertanyaan memuakkan tersebut.

"Serius Al," Desak Alana, entah informasi apa lagi yang diinginkan wanita itu, Alysa juga tidak tau.

"Ya lo liat sendiri minggu kemarin, dia baik-baik aja kan?"

Mendapat jawaban tidak memuaskan, Alana meringsut mundur kembali ke tempatnya semula. Melirik ke arah ponselnya yang sejak tadi terus berdeting.

Yuhuu88 🌻

Leo
Bsk sebelum ke rmh sakit, jenguk asep pada mau gak?

Gavin
Titip salam dari gue dan Neysya.

Diga
2in.

Rakha
Gue gk ikut, ada urusan.

Nadila.
Kita berempat okey.

Leo
Ok bsk jam 7 kumpul di lobby

Alana menyerngit saat melihat ketikan Nadila."Kapan kita bilang okey?" Tanya Alana bingung. Alysa menggeleng tidak tau.

"Emang dimana sih?" Tanya Alysa penasaran, karena sejak Asep menginjakkan kaki di penjara, Alysa belum pernah sekali pun kesana.

"Gak tau gue, baru sekali dateng dulu," Jawab Alana yang di angguki Alysa.

Seketika Alana kembali mengingat kejadian sore tadi, dimana Alysa memukul Gavin. Sejak dulu Alysa tetaplah Alysa, dirinya selalu menunjukkan kemarahannya tanpa basa-basi. "Lo sadar gak sih mukul Gavin tadi?"

Alysa melirik ke samping sekilas, mengangguk mengiyakan. "Emang dia pantes kan?"

"Good job," Alana mengacungi jempolnya. Dimana seorang suami harusnya menguatkan tapi Gavin sebaliknya. Semoga apa yang dilakukan Alysa menjadi tamparan agar Gavin segera sadar.

Alysa tersenyum sembari membalas dengan mengacungi jempol.

Ditengah mengotak-atik handphonenya Alysa merasa ada sesuatu yang terlewatkan. Sejak tadi dirinya tiba, mereka belum melakukan pemakaman untuk putri Neysya. "Pemakaman anak Neysya udah?"

Alana mengangguk."tadi siang,"

"Ibu mertua Neysya emang gitu ya?" Tanya Alysa kesal. Jujur saja Alysa masih sangat kesal mendengar apa yang dikatakan mama Gavin tadi, mengeluarkan kalimat menyakitkan ditengah Neysya yang berduka.

Alana terkekeh mendengar sekaligus melihat raut wajah Alysa saat ini. "Nyemil cabe kali ya mama Gavin? Pedes banget mulutnya,"

Brakkkkk
Tok
Tok

Alysa (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang