Happy Reading 🌻
Langit sore mulai berganti menjadi gelap, tampaknya Yogyakarta hari ini dipenuhi dengan lautan manusia yang ingin turut merayakan tahun baru dengan menyaksikan petasan yang akan di ledakkan tepat saat hari berganti nanti.
Sorot mata Alysa menatap para pegawai cafenya yang kini tengah sibuk melayani pelanggan dan mengerjakan tugas mereka masing-masing. Langkah Alysa berjalan mendekati kasir, mengetuk jari-jarinya secara bergantian, membiarkan dirinya berpikir beberapa saat.
"5 menit lagi kita tutup aja,"
Serempak semua yang berada disekitar Alysa menatapnya bingung. "Tumben banget al, baru jam 8 loh," Ucap Pandu.
"Iya gak papa tutup aja,"
"Beneran al?"
Alysa kembali mengangguk mengiyakan. "Happy new year guys,"
Semuanya tempak menarik lengkungan lebar dibibirnya,kabar yang diberikan Alysa sangat memberi kebahagian bagi mereka semua, membayangkan bisa menghabiskan waktu dengan keluarga dan orang terdekat sungguh membahagiakan. Perlahan semua membereskan toko sembari menunggu beberapa pelanggan yang masih berada di sana.
Setelah semuanya selesai, Alysa bersama dengan yang lainnya berjalan keluar cafe, tidak lupa Alysa mematikan lampu dan mengunci pintu cafenya dengan baik.
Roda mobil Alysa mulai berputar menyusur jalan pulangnya ke rumah, namun sialnya perjalanan itu tampaknya akan berlansung lama karena saat ini Alysa tengah terjebak macet. Alysa tampak membuka kaca, berusaha mengintip seberapa panjang kemacetan tersebut, terlihat dirinya membutuhkan waktu yang lama untuk keluar dari sana.
Alana is calling.....
Alysa melirik ponselnya yang kini tengah berdering memunculkan nama Alana, tangan Alysa terulur menekan tombol hijau dan loudspeaker agar suara wanita itu terdengar jelas meski tengah menyetir.
"Al,"
"Apaan?"
"Lo lagi dimana? Berisik banget,"
"Di jalan. Kenapa?"
"Besok kita ke jogja ya. Lo ada alat bakar-bakaran gak?"
"Ada kayanya, ntar gue cek lagi,"
"Okey see you besok,"
Alysa kembali menghela nafas saat menatap jejeran mobil-mobil di depannya belum kunjung bergerak sedikit pun. Mungkin keputusannya pulang cepat menjadi sedikit kesalahan sekarang, namun tidak ada gunanya menyesalinya.
Dukk
Bunyi sesuatu layaknya tertabrak sesuatu, Alysa reflek menoleh ke sampingnya dimana ada pesepeda motor yang kini menyenggol spion mobilnya hingga patah.
Alysa lansung membuka kaca dan memberi protes keras."Bu spion saya kena ini," pengemudi sepeda motor tersebut hanya menoleh sebentar ke Alysa dan kembali menoleh ke depan.
Tidak terima di abaikan Alysa lansung melepas sabuk pengamannya dan turun menghampiri pengendara motor tersebut.
"Bu spion saya kena loh,"
"Ya gimana mba saya juga gak tau bakal kena,"
Alysa berhasil dibuat mengaga dengan jawaban yang diberikan ibu-ibu tersebut, tidak salah jika julukan 'ras terkuat dibumi' diberikan. "Harusnya ibu pelan-pelan dong,"
"Haduh mba. Saya ini repot loh anak saya tadi ngajak ngobrol ya gak sengaja kena, saya baru pulang kerja capek jadi gak keliatan,"
Mata Alysa melirik gadis kecil yang kini menatapnya dengan mata bulatnya, mungkin gadis itu tampak bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Alysa menghela nafasnya, mungkin memang ada alasan kenapa ibu tersebut tidak fokus, tampaknya tanggungan yang di tempuh terlalu banyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alysa (On Going)
Teen FictionAlysa tidak lagi jatuh cinta, baginya hal tersebut hanya membuang waktunya saja. Namun siapa sangka jika takdir ternyata merestui mereka. "Jangan jatuh cinta sama gue," "Tapi gue mau," Sepasang teman Sma yang kini kembali berjumpa di yogyakarta, beb...
