33. Ada apa?

10 0 0
                                        

Happy Reading 🌻

Alysa kini tiba di stasiun. Langkahnya menaiki tangga demi tangga dengan koper di tangannya. Koper itu terasa jauh lebih berat dari seharusnya, meski perjalanannya singkat. Bahunya pegal, telapak tangannya memerah karena terus menggenggam gagang koper.

Tanpa sadar, langkahnya yang terburu-buru membuatnya menabrak seseorang di depannya, seorang ibu yang sedang memegang gelas kopi.

Sedikit cairan cokelat itu tumpah ke tutup gelas.

"Mbak, hati-hati dong," tegur si ibu.

Alysa terkejut. "Aduh, iya Bu. Maaf ya, saya nggak lihat."

Ibu itu mengangguk pelan, lalu berlalu. Alysa menghela napas panjang. Baru sampai saja, dirinya sudah merasa lelah.

Pagi ini Alysa berangkat dari Jogja menuju Jakarta. Dirinya baru tiba menjelang siang. Neysya dan Gavin, dua sahabatnya, baru saja membuka restoran sebagai bisnis baru mereka, dan mengundangnya untuk hadir di hari launching.

Tak lama, ponselnya bergetar.

Alana: Udah di depan.

Alysa menoleh ke arah pintu keluar stasiun. Mobil hitam milik Alana sudah menunggu. Perempuan itu berdiri di samping pintu mobil sambil melambaikan tangan.

"Welcome home," ucap Alana begitu Alysa mendekat.

Alysa memutar bola matanya malas. "Aslinya gue males ya datang."

Alana terkekeh kecil. "Ayolah, Al. Mana sih lo yang dulu? Yang paling semangat kalau ada acara begini."

Alysa hanya mengangkat bahu, lalu masuk ke mobil.

Mobil itu melaju membelah jalanan ibu kota yang mulai padat. Alysa menyandarkan kepala ke kursi, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun.

"Mau makan dulu?" tanya Alana, melirik sekilas.

"Boleh. Laper juga."

Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di sebuah restoran kecil yang cukup tenang. Tidak terlalu ramai, tapi nyaman. Mereka duduk berhadapan.

Saat Alysa melepas jaketnya, Alana memperhatikan noda samar di bagian lengan bajunya.

"Itu baju lo kenapa, Al?"

Alysa melirik sekilas. "Tadi gue nggak sengaja nabrak orang. Dia bawa kopi."

Alana mendengus pelan. "Baru nyampe Jakarta udah bikin gempar lo."

Alysa tersenyum tipis. "Gue juga heran, mungkin ni kota emang gak cocok sama gue."

Pelayan datang mencatat pesanan, lalu meninggalkan mereka.

Suasana sempat hening beberapa detik.

Alysa menopang dagu dengan tangan. "Dia pasti datang ya, nanti malam?"

Alana tidak langsung menjawab. Jarinya memainkan tisu di meja.

"Kayaknya," lanjut Alana. "Kali ini kayanya nggak bisa lo hindarin deh."

Alysa mengangguk pelan. "Iya... mungkin emang udah waktunya."

Alana menatapnya lama. "Btw kenapa lo nggak bareng Rakha? Kan sama-sama dari Jogja."

Alysa menggeleng. "Nggak tahu. Dia nggak ngabarin mau bareng."

Makanan datang. Mereka mulai makan.

Setelah makan, mereka kembali ke mobil. Alana mengantar Alysa ke rumah orang tuanya.

Mobil berhenti di depan pagar rumah.

"See you nanti malam," ucap Alana.

Alysa tersenyum simpul. "See you."

Alysa (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang