Happy reading 🌻
Matahari perlahan merangkat ke arah barat. Sinar orange jelas tercetak di sana. Rakha baru saja mendarat di bandara ajistipo internasional airport di Yogyakarta sore ini.
"Rak lo lansung balik?" Tanya rekan kerja Rakha. Reno, yang tengah bersiap hendak keluar dari ruang khusus pilot.
Rakha sekilas melirik, mengangguk mengiyakan. "Iya," Jawabnya singkat.
Reno mengangguk mengiyakan dan lansung keluar dari ruangan tersebut, niat awalnya ingin mengajak rekan kerjanya tersebut untuk sekedar mengopi bersama, mereka sudah kenal 2 tahun lamanya, namun hanya dengan Rakha dirinya tidak pernah menghabiskan waktu diluar jam kerja.
Rakha selalu seolah menutup akses untuk orang lain ingin berada di sisinya, entahlah, jika bagi sebagian orang sendiri itu sepi namun bagi Rakha hal tersebut adalah surga. Dirinya lebih suka menghabiskan waktu sendiri, tanpa suara bising dari manapun, hal tersebut adalah alasan utama mengapa Rakha tidak banyak memilik teman.
Jalanan Yogyakarta sore ini tampak dipenuhi dengan kendaraan beroda empat dan beroda dua, sejak tadi Rakha terjebak ditengah kemacetan tersebut. Rakha membuka sebelah kacamobilnya berusaha mengintip dari celah-celah jejeran kendaraan di depannya untuk melihat penyebab kemacetan tersebut, namun nihil, dirinya tidak bisa melihat apapun selain tumpukan mobil.
Secara tiba-tiba Rakha membelokkan mobilnya, dirinya hendak menghindari macet tersebut, dirinya memutuskan untuk mencari jalan yang entah membawanya kemana yang terpenting dirinya tidak ditengah kemacetan yang menyesakkan tersebut. Jalanan tersebut ternyata membawa Rakha ke sebuah pantai lepas yang kini dihiasi dengan matahari yang hendak terbenam, suasana favoritnya.
Melihat pemandangan yang begitu indah, Rakha reflek menepikan mobilnya. Cahaya orange akibat Matahari sore yang akan terbenam, dipadukan dengan pantai dan pasir putihnya, siapapun pasti akan betah di sana. Berdiam diri sementara disini bukanlah hal buruk menurutnya.
Tok
Tok
Bunyi seseorang yang mengetok kaca mobilnya membuat Rakha sedikit terkejut. Rakha melirik ke sebelahnya, menemukan seorang ibu yang tengah menggendong anaknya dengan tatapan sendu.
Rakha menurunkan kaca mobilnya perlahan hingga memperlihat dirinya. "Kenapa ya buk?"
"Mas saya belum makan dari kemarin," Ucap Ibu tersebut sembari menadahkan tangannya pada Rakha. Mengerti dengan hal tersebut, Rakha lansung mengambil dompet di tasnya dan memberikan kepada Ibu tersebut.
"Makasih ya mas, semoga rejekinya lancar, dan jodohnya orang baik," Ucap Ibu tersebut yang lansung melangkah meninggalkannya.
Saat Rakha hendak menaikkan kembali kaca mobilnya, namun pergerakannya terhenti saat seorang pria dengan pluit yang di kalungkan dileher mendekatinya.
"Maaf mas, jangan parkir disini. Ngalagin jalan," Ucap tukang parkir tersebut memperingati.
Rakha menaikkan sebelah alisnya."Jadi parkir dimana?"
"Masuk aja, ke depan sana. Ayo saya bantu arahkan," Ucap tukang parkir tersebut.
Dari kaca mobil Rakha bisa menangkap cahaya orange matahari yang sangat indah di padukan dengan pantai. Hal tersebut membuatnya turun dari mobilnya mendekati bibir pantai. Baru saja dirinya mendaratkan pantatnya di rumput seseorang kembali menghampirinya, namun kini seorang gadis 8 tahun dengan tumpukan bunga di tangannya.
"Permisi kak aku jual bunga, mau beli gak?"
Mata bulat, pipi yang mulai memerah, dengan bibir manyun. Rakha bisa melihat jika gadis tersebut tampak lelah dari penampilannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alysa (On Going)
Fiksi RemajaAlysa tidak lagi jatuh cinta, baginya hal tersebut hanya membuang waktunya saja. Namun siapa sangka jika takdir ternyata merestui mereka. "Jangan jatuh cinta sama gue," "Tapi gue mau," Sepasang teman Sma yang kini kembali berjumpa di yogyakarta, beb...
