V: Traumatized

840 121 5
                                        

"Under the dazzling celestial azure, i'm falling for her."

Enjoy

Sudah dua hari [name] menetap pada kediaman Seongeun dan mama-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sudah dua hari [name] menetap pada kediaman Seongeun dan mama-nya. Ia merasa khawatir dan ingin pulang, karena Astaroth masih ada dirumahnya. Ya, kucing kecil yang ia pelihara bersama Seongeun sekitar 3 minggu lalu. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, kini ia berada sendirian dirumah kecil itu, mama Seongeun pergi bekerja hingga sore, sedangkan Seongeun sendiri masih sekolah.

"Astaroth.. aku kangen Astaroth.. dia pasti kesepian dirumah."

"Apa aku kembali saja ya? pagi begini mana mungkin papa ada dirumah."

[Name] beranjak keluar dari rumah Seongeun, berjalan menuju rumahnya yang berada tepat bersebelahan dengan rumah Seongeun. Ia meneguk ludahnya sendiri, merasa ragu untuk kembali karena masih takut dengan papa nya. Ia meyakinkan diri sendiri, membuka pintu gerbang dengan fingerprint nya- pintu gerbang itu terbuka otomatis.

Gadis kecil itu membuka pintu utama rumahnya menggunakan fingerprint nya lagi. Isi rumahnya sangat kosong, tidak ada tanda-tanda keberadaan papa nya.

"Sudah kuduga, papa pasti sudah berangkat dari pagi. Syukurlah."

Ia bergegas menuju kamarnya, mencari keberadaan Astaroth. Entah kenapa, walau tidak ada tanda-tanda papa nya, ia merasa sangat khawatir. Sesaat [name] tiba di depan pintu kamarnya, ia membukanya perlahan. Kemudian menemukan Astaroth yang tertidur di kasurnya.

"Astaroth!" [name] dengan segera menghampiri kucing berbulu hitam itu, memeluknya, menciumnya. Seongeun jika melihat ini pasti sudah terbakar api cemburu.

"Halo, anak kesayangan papa."

[Name] keringat dingin, ia mendengar suara papa nya, melihat bayangan papa nya yang berdiri di depan pintu, ia membelakanginya. Perlahan tapi pasti, papa [name] mendekati putri satu-satunya itu. Gadis itu ketakutan setengah mati, ia ingin lari namun tidak bisa, papa nya menutup pintu kamar itu.

Rambut panjang berwarna hitam itu ditarik, kemudian dilempar ke kasurnya. [Name] ditampar, dipukuli, ditendang, dilempar berkali kali. Ia menangis.

"Sakit... papa.. sak-"

Tak segan-segan, papa [name] membanting kepala anaknya sendiri dengan keras, membuat kepala [name] terasa sangat sakit dan pusing. Astaroth mencakar wajah papa [name].

Mengambil kesempatan, [name] menggendong Astaroth dan berjalan dengan cepat menuju pintu keluar rumahnya. Papa [name] masih memegangi luka cakaran yang diberikan oleh Astaroth, yang melukai kelopak matanya hingga sakit untuk dibuka. [Name] keluar bersama Astaroth, namun saat keluar dari gerbang rumahnya, [name] ambruk dan pingsan, karena kepalanya tidak bisa menahan sakit serta pusing lagi.

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang