𝗧𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗺𝗮𝘀𝗮 𝗸𝗲𝗰𝗶𝗹, 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗲𝗺𝗮𝗻 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗮𝘁𝗮𝗽?
Park [Name], atau yang kerap disapa [Name] merupakan gadis blasteran Jepang-Korea. Paras menawan yang memancar dari rupanya menarik perhatian banyak orang, terutama dua insan yan...
"To love is to destroy, but to be loved is to be the one destroyed"
Enjoy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bugh! Bugh! Bugh!
Suara pukulan dimana-mana, terdengar seperti tawuran, namun itu hanya perkelahian antara tiga orang. Yang lain hanya bisa menyaksikan kekuatan Seongeun dan Gimyung yang digabungkan saat melawan Jonggun.
"Kalian cukup kuat bersama, namun masih tidak bisa melampaui aku."
"BERISIK, SIALAAANNN!" Gimyung benar-benar sudah gila, amarahnya memuncak, ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri
Seongeun juga sama halnya, mengeluarkan ekspresi mengerikan yang bisa membuat siapapun yang melihatnya beranggapan bahwa dirinya adalah psikopat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pertarungan itu sangatlah berisik, mencuri perhatian seluruh insan yang berada tak jauh dari sana.
Bugh! Bugh! Bugh!
"Hebat juga kau, Seo Seongeun! Tidak kusangka pergerakanmu sulit ditebak!"
"Jangan bicara padaku, keparat!"
Bugh! Kraack! Bugh!
"Kau seperti anjing liar! Kim Gimyung! Kalian benar-benar menarik!"
"Berhenti disana, Gimyung, Seongeun."
Suara yang tidak asing terdengar, Seongeun dan Gimyung terdiam.
Seongeun menatapnya, "Kak Sinwoo."
"Kalian tidak sadar, dikerumuni banyak orang? Bagaimana jika media mengetahui ini, dan polisi menangkap kalian karena terlibat perkelahian?"
"Tapi dia alasan [name] menjadi seperti itu kak."
Sinwoo menghela nafas, "Tetap, lagian [name] tidak suka jika kalian berkelahi, bukan? Sudahlah.. tuan bisakah kau memaafkan dua anak ini?"
"Han Sinwoo.. ketua Big Deal ya? Kebetulan lagi, bertemu dengan ketuanya langsung. Apa aku berjodoh dengan Big Deal?" Jonggun menyeringai kemudian membersihkan darah yang ada di wajahnya
"Aku tidak tau kau sedang berbicara apa, namun maafkanlah dua anak labil ini, mereka masih SMP.. tidak paham sopan santun"
"Aku menikmati pertarungan barusan. Big Deal, bergabunglah dengan 4MEN Crew. Maka akan kuhapus video mengenai kita di media."
Sinwoo terbelalak, ia membatin, "4MEN Crew? Bukankah itu--"
"Tidak. Kami tidak mau." Ucap Sinwoo tegas
Jonggun terdiam. Ia mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya. Kemudian menggunakan jasnya kembali, tanpa atasan sama sekali.
"Haaah.. aku akan kembali kapan-kapan, waktuku cukup tersita karena pertarungan tadi, namun aku benar-benar menikmatinya. Lain kali aku akan bermain lagi, sampai jumpa, Big Deal." Tukasnya sebelum memasuki mobilnya bersama pengawal-pengawalnya
"Dan juga, sampai jumpa [name]. Aku akan menemuimu di lain hari."
Pria jangkung dengan marga Yamazaki itu pergi begitu saja. Menyisakan mereka, Big Deal, serta ayahnya [name]. Orang-orang sudah meninggalkan TKP.
"[Name].. dia kenapa.."
[Name] yang sebelumnya bergetar hebat kini tertidur di kursi halte, Gimyung menyelimutinya dengan jas yang ia berikan tadi kemudian Seongeun mengusap pipinya.
Seongeun membelai rambutnya, "Dia.. dia pasti sangat terkejut.."
Ayah [name] mendekati mereka, ingin melihat putrinya yang hilang pergi darinya. Kerinduan yang ia tahan lebih besar dari perasaan marahnya pada malam itu, malam dimana ia menganiaya [name].
"Kurasa om harus pergi dari hadapan [name] hingga ia benar-benar pulih. Om sudah lihat kan bagaimana reaksinya melihat om? Trauma itu masih membekas padanya.. kumohon, tinggalkan dia."
Tuan Park menghela nafasnya, kemudian memakai dasinya dengan benar dan berdehem. Kemudian ia meninggalkan mereka, -Big Deal- dengan memberikan surat pada Seongeun.
•••
Mereka bertiga tiba dirumah Gimyung. Agar jauh dari rumah Tuan Park yang bersebelahan dengan rumah Seongeun, mereka memilih untuk menetap dirumah Gimyung malam itu.
[Name] tertidur selama perjalanan, Sinwoo dan Rua pulang berdua dengan mobil. Membawa barang-barang yang dibeli dua gadis itu bersamanya.
[Name] tertidur dengan nyenyak dikamar Gimyung yang terletak di lantai dua dari rumah kediaman Kim itu. Sedangkan dua insan lainnya merokok bersama di balkon kamar, tidak lupa menutup jendela agar asap nikotin itu tidak menggangu [name].
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan, Seongeun?"
"Ini tentang pria tadi, Park Jonggun. Ia adalah...--"