XXVII: Yamazaki Yuzuru

421 49 0
                                        

"To love is to destroy, but to be loved is to be the one destroyed"

Enjoy

"[Name]! Kau kenapa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"[Name]! Kau kenapa...?!"

Gadis itu berlutut, badannya gemetar dengan hebat, ia menangis. Entah apa yang terjadi, benar-benar mengkhawatirkan.

"Nak..? Ayah bisa jelaskan yang sebelumnya--"

"Pak tua, bicara kita belum selesai! Jangan bersikap tidak sopan."

"Yamazaki Yuzuru! Kaulah yang tidak sopan disini!" Teriak Tuan Park

Bugh!

Pria yang disebut-sebut sebagai Yamazaki Yuzuru itu menendang wajah Tuan Park hingga terpental jauh. Sungguh benar-benar menyakitkan walau hanya bisa dilihat.

"Kau.. Park [name]?"

"Menjauh lah darinya!" Rua menarik [name] dan menahan pria itu

"Aku Jonggun. Salam kenal, [name]."

Gadis itu tidak membalas, masih dengan tubuhnya dalam posisi berlutut sambil gemetar, ekspresinya berubah menjadi tersenyum, namun sambil menangis. Benar-benar ekspresi yang sangat aneh.

"Hng? Jawablah aku, setidaknya ucapkan salam kenal kembali.."

"Jangan sakiti dia!" Teriak Tuan Park

Jonggun terkekeh, "Buat apa aku menyakitinya? Benar bukan, Fukawa?"

Fukawa? Siapa pula itu?

•••

"Kenapa dia tidak segera kembali..."

"Sudah kubilang, Gim. Apakah dia akan baik-baik saja ditinggal berdua dengan Im Rua?"

"Jangan remehkan Rua, Seongeun! Dia itu gadis kecil yang kuat!" Ucap kakak-kakak Big Deal

"Maksudmu kuat dalam standar wanita kan? Huft.."

Gimyung hanya bisa mundar mandir, bingung dan gelisah. Seongeun berusaha tenang walau dalam hatinya ia sangat panik, namun ia harus memikirkan caranya.

Drrrt.. drrrt...

Handphone Sinwoo berbunyi. Itu adalah panggilan dari Im Rua, Sinwoo segera menjawabnya.

"KAKAKKK! [NAME] BERTINDAK ANEH, SEGERA KEMARI"

Sinwoo terkejut, terdengar suara isakan [name] di sebrang sana. Gimyung dan Seongeun dengan sigap mendekati Sinwoo.

"Katakan pada kami, dimana kalian?"

"Di depan mall pusat Gangseo, halte bus! Cepatlah!"

Seongeun segera berlari menuju motornya, disusul dengan Gimyung di belakangnya, keduanya menaiki motor Seongeun, bahkan tanpa menggunakan helm.

Sinwoo dan kakak-kakak Big Deal terdiam sebentar.

"Sinwoo! Bukankah seharusnya kau menolong mereka juga?"

"Gimyung dan Seongeun.. keduanya sudah cukup tangguh sendirian, apalagi jika bersama. Terutama Seongeun, ia anak yang bisa diluar batas kendalinya sendiri jika berurusan dengan [name]. Mari kita lihat, apakah kekuatan mereka benar-benar memuaskan?"

Kembali pada sisi Seongeun dan Gimyung yang sedang mengebut ditengah sibuknya kota Gangseo malam itu. Seongeun menyalip kesana dan kemari, membuat beberapa pengendara mengklakson mereka berdua karena mengebut dijalan. Namun mereka tidak memedulikannya, [name] lebih penting.

Setibanya disana, Gimyung langsung melompat turun dan berlari kearah [name], sama halnya dengan Seongeun, bahkan ia belum memarkirkan motornya, langsung menjatuhkannya begitu saja.

"[NAME]!" Teriaknya bersamaan

"Kak Gimyung! Kak Seongeun!" Rua menangis sambil memeluk [name]

Keduanya berdiri didepan Rua dan [name]. Melindungi kedua gadis remaja itu dari pria-pria tidak jelas dihadapan mereka.

"Kalian apakan [name].."

"Wah-wah, Seo Seongeun, dan Kim Gimyung dari Big Deal ya? Kebetulan sekali, misi ku kemari juga ingin menghampiri Big Deal, rupanya kalian yang menghampiriku duluan." Ucap Jonggun sambil menyeringai

"Yamazaki Yuzuru, jangan sentuh anak-anak itu!" Tuan Park berusaha berdiri dan berjalan menuju mereka

"Ayahnya [name]...? Pantas saja [name] seperti ini. Rua, bawa [name] pergi dari sini." Ucap Seongeun dengan nada dingin

Rua segera membawa [name] yang masih gemetar pergi. Sebelumnya, Gimyung memberikan jas nya kepada mereka.

"Yamazaki.. Yamazaki.. tidak asing.." batin Seongeun

"Kalian... Kalian apakan [name].." Gimyung tertunduk sambil mengepalkan tangannya

Bugh! Bugh! Bugh!

Gimyung melancarkan tiga pukulannya kepada Jonggun. Tepat mengenai ulu hati Jonggun, kemudian pria Yamazaki itu tersenyum sambil menikmati pertarungan itu.

"Baiklah, mari kita bersenang-senang, Big Deal."

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang