VII: New life, and homeless

822 111 12
                                        

"If God heard my prayers tonight, convey this sense of love to her."

Enjoy

Tiga, atau mungkin tiga setengah tahun setelah pindahnya Park [Name] dari Gangseo menuju Gangnam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiga, atau mungkin tiga setengah tahun setelah pindahnya Park [Name] dari Gangseo menuju Gangnam. Dan juga satu tahun setelah meninggalnya sang mama tercinta. Ia baru saja naik kelas dua Sekolah Menengah Pertama, hidup sendirian dan menghidupi dirinya sendiri. Mencari pekerjaan kesana kemari, namun tidak ada yang mau menerimanya, karena terlalu muda.

"Hari ini 4 tempat udah menolak. Capek banget.. uang peninggalan mama udah menipis. Berapa hari aku makan mie instan? Aku rindu makan steak bersama Seongeun.."

Gadis itu berjalan menuju halte bus, setelah pulang sekolah ia langsung mencari pekerjaan disekitar daerah Gangnam. Untung ia diberikan beasiswa untuk masuk sekolah, karena meraih banyak prestasi yang mengharumkan nama sekolah ketika ia masih menjadi murid Sekolah Dasar.

Ia menunggu di halte bus, keadaan malam itu sangat gelap. Ia menyalakan ponselnya, ingin memainkannya karena merasa bosan, namun baterainya hampir habis. Keadaannya sekarang mengundang emosinya.

Ia menggerutu kesal lantaran tidak diterima kerja, baterai ponselnya hampir habis, gelap, bus sangat lama, sekarang ia malah bertemu dengan hal yang paling dibencinya, asap rokok. Tanpa ragu, ia menghampiri sosok tinggi yang sedang merokok itu, merampas rokok yang baru saja dinyalakan, kemudian meremasnya hingga hancur.

Pemuda itu menatapnya bingung, "Apa yang kau lakukan, nona?"

"Rokok itu berbahaya, jangan mentang-mentang kau anak SMA sudah berani merokok, masa depanmu masih panjang."

"Aku masih SMP. Dan kenapa kau harus peduli? Terserah diriku mau merokok atau tidak."

[Name] menghela nafasnya, "Masih muda sudah merokok, mau jadi apa kau? Kau masih ada keluarga. Jangan sampai kau seperti mamaku yang bodoh."

"Mama-mu kenapa? Bukannya tidak sopan menjelekkan mama-mu sendiri?"

"Dia bodoh. Dia meninggal karena terlalu banyak merokok, saat-saat terakhir ia berkata ia menyesal merokok. Karena hal itu, ia meninggalkan ku dalam usia muda."

"Ah begitu.. maaf. Kau baik ya, peduli terhadap orang lain."

"Jangan salah sangka, aku tidak mau jadi perokok pasif dan mati muda, yang tadi itu hanya sekedar nasihat."

•••

Dua minggu setelah hari itu, [name] masih juga tidak menemukan pekerjaan apapun. Kini ia harus menjual rumahnya sendiri karena tidak memiliki uang sama sekali. Ia hidup di jalanan namun dengan uang yang lumayan cukup untuk membeli makanan-nya selama satu tahun.

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang