XLI: How?

115 15 0
                                        

"A comfort zone is beautiful place but nothing ever grow there"

Enjoy

Pemuda bercodet dua membuka suara, "Kak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pemuda bercodet dua membuka suara, "Kak.. ceritain dong, kok bisa kakak bebas?"

"Kamu gak senang Gim, kalau kakak bebas?"

"Gak begitu.. kan Gimyung penasaran kak." Jawabnya sambil cekikikan

"Sebenernya kakak juga gak tau kenapa tiba-tiba bebas. Mereka ngebebasin kakak tanpa alasan. Tapi yang pasti, dua orang itu ikut campur."

[Name] penasaran, "Dua orang? Siapa?"

"Jonggun dan Jungoo."

Gimyung dan [name] keduanya terbelalak kaget. Bagaimana bisa dua orang yang menghancurkan mereka justru membantu mereka?

"Kak Sinwoo bohong ya? Gimyung gak percaya"

"Ngapain bohong sih, kakak serius! Kakak rasa [name] tau sesuatu, soalnya mereka kerap menyebut namanya."

Yang dicurigai justru terdiam sedari tadi, memikirkan apa yang baru saja diucapkan Han Sinwoo kepadanya. Ia memikirkan tentang pertemuannya yang tidak disengaja saat bermain bowling bersama anak-anak SMA Jaewon.

"[Name], kau tau sesuatu?"

"Aku juga tidak tau.. apa yang terjadi sebenarnya, tapi waktu itu sebelum kakak dibebaskan aku bertemu mereka berdua, yang bernama Jonggun itu mengajakku bicara dan aku bilang tentang kak Sinwoo. Dia hanya bilang padaku untuk memberikannya waktu.. tapi aku juga tidak paham maksudnya apa, deh."

Gimyung meneguk ludahnya kasar. Dia terlihat paham akan situasi yang sedang mereka alami. Sinwoo masih kebingungan, begitu juga dengan [name].

"Gimyung, tentang dirimu dan Seongeun.. kalian kenapa? Walaupun Seongeun keluar dari Big Deal seperti itu, bukannya seharusnya ia tetap bersifat ramah kepada Big Deal?"

Gimyung berdiri dari tempat duduknya, berbalik menghadap mereka, "Tanyakan saja pada dirinya, aku juga tidak tahu." ia beranjak pergi.

•••

"Gimyung, ayo jalan-jalan! Masa aku datang kemari tidak jalan-jalan?"

Gimyung terkekeh, "Mau jalan-jalan bagaimana? Si pemilik motor itu saja sudah tidak disini, masa jalan kaki?"

"Yasudah! Ayo ajak Seongeun!"

"Bukan itu maksudku.. tapi ya sudah, kau coba saja, dia pasti akan menolak."

[Name] mulai menghubungi nomor Seongeun. Baru beberapa detik Seongeun langsung menjawabnya.

"Halo, [name]? Kamu butuh sesuatu?"

[Name] terkekeh, "Tidak, astaga... Seongeun, kamu sudah tau belum kalau kak Sinwoo sudah bebas?"

"Sudah, bos Yoo memberitahukan padaku. Ada apa?"

"Seongeun... Jalan-jalan yuk? Bersama aku dan Gimyung, kami di Gangseo!"

Seongeun terdiam sebentar, lalu kembali menjawab, "Tidak, [name]. Kalian saja, kalau perlu kendaraan atau uang aku bisa bantu"

"Tapi, aku pengennya kita jalan-jalan bersama, bukan mau kendaraan atau uangmu.."

Gimyung merampas ponsel milik [name] dan berbicara pada Seongeun. "Aku tau kau menghindari aku, tapi jangan buat [name] sedih."

"Aku tidak bermaksud, tapi aku benar-benar sibuk."

Seongeun langsung mematikan panggilan tersebut. Gimyung mendengarnya dan sontak menendang bangku yang ia duduki. [Name] terkejut dan memegang bahu Gimyung.

"Hey! Ngapain sih?" .

"Sial... aku tidak bisa mengontrol emosi ku. Maaf, [name]."

"Tenangkan dirimu, astaga... Jangan terbawa suasana."

Gimyung menghela nafasnya, "Baiklah. Maaf, ayo kita jalan-jalan. Mau mencoba motor lama milik almarhum ayahku? Mungkin masih bekerja."

"Baiklah, mari kita coba!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang