𝗧𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗺𝗮𝘀𝗮 𝗸𝗲𝗰𝗶𝗹, 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗲𝗺𝗮𝗻 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗮𝘁𝗮𝗽?
Park [Name], atau yang kerap disapa [Name] merupakan gadis blasteran Jepang-Korea. Paras menawan yang memancar dari rupanya menarik perhatian banyak orang, terutama dua insan yan...
"If God heard my prayers tonight, convey this sense of love to her."
Enjoy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3 bulan berlalu, tak terasa bagi [name] bahwa ia telah tinggal di kediaman Lee Dogyu bersama Kim Gimyung berbulan-bulan. Ia sungguh bersyukur dengan keadaannya sekarang juga kepada Lee Dogyu yang mau menerimanya, bahkan mengangkatnya sebagai anak asuhnya.
Beberapa saat sebelumnya, Dogyu berbicara empat mata dengan [name]. Mengatakan bahwa mulai hari itu, Dogyu akan mengangkat [name] dan mengasuhnya seperti anaknya sendiri. Selain karena faktor pasangan, Dogyu juga memiliki alasan lain. Perilaku yang ditonjolkan oleh [name] terhadapnya serta terhadap Gimyung sangatlah baik. Membuat [name] dapat memanggilnya dengan panggilan baru.
"Ayah."
Sejak saat itu, [name] menjadi satu-satunya anak dari Lee Dogyu. Tak peduli sedarah maupun tidak, ia akan memperlakukan [name] seperti anak kandungnya sendiri. Tanpa mengganti marga asli [name].
Tidak hanya itu, banyak yang berubah dalam hidupnya. Setelah ia amati, Taejin sudah tidak mengganggunya, [name] berpikir bahwa Taejin sudah tidak memiliki perasaan lebih terhadapnya untuk sekarang. Tapi, apakah itu benar?
"[NAME]!"
Bugh!
[Name] terdorong ke dinding kelas dengan cukup keras ketika teman dekatnya baru saja datang dan berlari kearahnya, ingin mengajak berpelukan. Ruby, model berparas cantik dan elegan yang berasal dari keluarga Choi. Lebih tepatnya, ia merupakan anak kedua dari Choi Dongsoo dan adik dari Choi Soojung. Jika kakaknya biasa disebut Crystal, maka ia biasa disebut Ruby.
"Apaansih Ruby..!? Datang-datang ngedorong begini. Sakit tau."
Gimyung berlari menghampiri mereka berdua, "[Name], kau terluka!?"
"Eh-heh? Taejin sudah jadi putih? Siapa ini?"
Ruby dan Gimyung saling menatap dengan ekspresi yang tidak dapat digambarkan. Mereka terlihat bingung, terlihat marah, terlihat penasaran.
"Kau siapanya [name]? Kau anak baru kan?"
"Anak baru darimana? Aku Ruby! Aku bersekolah disini sejak kelas 7!"
Gimyung menaikkan alisnya, "Hah? Aku tidak pernah melihatmu selama ini?"
"Ruby itu model. Makanya dia tidak masuk sekolah, ia masuk hari ini pasti karena bosan pemotretan terus. Aslinya dia malas belajar. Entah bagaimana caranya ia masih bisa bersekolah padahal bolos 3 bulan." ucap [name] sambil memegangi kepalanya
"Nah terus, dia ini siapa [name]? Wajahnya mirip Taejin." tanya Ruby
"Ini Gimyung, dia anak baru, aku tinggal bersamanya sekarang"
Ruby berdehem dan memperhatikan Gimyung dari atas ke bawah. Tatapannya tajam dan mengintimidasi Gimyung.
"Terlihat seperti orang bodoh, suka bolos, dan tidak jelas kelakuannya"
"Aku mungkin tidak jelas tapi cintaku pada [name] sudah pasti jelas."
Plak!
"Apaansih, mulai kan. Aku sudah bilang jangan suka gombal tidak jelas" ucap [name] sambil memalingkan wajahnya yang memerah
Akhir-akhir ini, banyak yang berubah akan kebiasaan [name] dengan Gimyung. Mulai dari selalu tidur bersama, berpelukan saat tidur, Gimyung bersikap manja ketika dirumah, dan Gimyung yang setiap hari menggombal [name]. Hal itu ia lakukan setiap hari setelah menyatakan perasaannya kepada [name].
Ya, Gimyung jatuh cinta pada [name].
Gimyung tak kenal malu, ia secara terang-terangan menggoda [name] setiap hari. Anehnya, [name] sama sekali tidak risih dengan perilaku Gimyung, berbeda halnya jika Gimyung adalah Taejin, pasti ia akan merasa sangat amat risih. Apakah [name] juga memiliki perasaan lebih terhadap Gimyung? Lantas bagaimana dengan Seongeun?
•••
"Satu bulan lagi akan ada pertukaran dua siswa sekolah dari sekolah kita dengan SMP Gangbuk, SMP Gangdong, dan SMP Gangseo. Ketua dan wakil ketua osis, tolong segera edarkan formulir pendaftaran pertukaran siswa ini ke setiap kelas."
"Bisakah ibu jelaskan lebih detail?"
"Begini, daerah Gangnam, Gangseo, Gangbuk, dan Gangdong akan melakukan pertukaran pelajar hanya dalam waktu 2 bulan. Saat pergantian semester, siswa yang terpilih akan kembali ke sekolah sebelumnya. Untuk sekolah kita, yang terpilih akan dipindahkan ke SMP Gangseo. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pengalaman siswa"
[Name] mulai bersemangat ketika mendengar Gangseo, "Bu, apakah osis bisa ikut? Saya ingin mencobanya.."
"Tentu, Park [Name]. Tentu saja bisa. Masing-masing sekolah akan memilih 2 siswa yang mengisi formulir dengan nilai yang tertinggi. Sayangnya, kegiatan ini hanya dapat diikuti oleh siswa-siswi kelas 8."
"Baik bu, dimengerti. Kami akan memberikan lembaran ini ke setiap kelas. Kami izin undur diri." ucap Taejin
Taejin keluar dari ruang kepala sekolah diikuti oleh [name] dengan ekspresi senang yang terpancarkan dari wajahnya. [Name] berlari menuju kelasnya membawa satu lembar formulir tersebut.
Taejin menatap kepergian [name], "What's gotten into her mind?"