XVIII: Failed to meet you

531 85 1
                                        

"To love is to destroy, but to be loved is to be the one destroyed"

Enjoy

Gimyung dan [name] berjalan menuju alamat rumah lama Seongeun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gimyung dan [name] berjalan menuju alamat rumah lama Seongeun. Mereka berjalan kesana kemari, banyak bangunan yang berubah di Gangseo. [Name] mengingatnya, namun samar-samar.

Mereka berhenti pada suatu rumah yang sangat dikenal [name]. Rumah lantai 4 dengan cat berwarna putih serta pagar hitam, yang paling menonjol adalah hiasan pintu yang bertuliskan menggunakan huruf kanji, menggunakan emas asli yang kemudian diukir.

Namun tujuan utamanya bukanlah rumah itu, melainkan rumah disebelahnya.

Ya, rumah lama Seongeun.

[Name] melangkahkan kakinya menuju pintu rumah itu dan mengetuknya tanpa rasa ragu sama sekali. Ia sudah bertekad bulat untuk mencari Seongeun maupun mamanya hari ini. Rumah itu cukup berubah, sudah menjadi rumah tinggal pada umumnya. Sepertinya mereka melakukan renovasi.

Tok! Tok!

"....."

Tok! Tok!

"Ah, iya sebentar!" teriakan seorang wanita dari dalam rumah itu, yang sangat [name] kenali

Ceklek!

"Selamat siang, bibi. Lama tidak berjumpa"

Wanita itu diam sejenak, memandangi wajah [name], "[Name]..? Apakah itu kamu?"

"Eh? Memangnya wajahku tidak berubah banyak ya..?"

Mama Seongeun mendengarnya kemudian langsung memeluk [name] dengan erat, [name] membalas pelukannya. Kelopak matanya mengeluarkan air mata sedikit demi sedikit. Perasaannya sangat lega mengetahui bahwa keluarga Seongeun tidak pindah kemana-mana.

"[Name]... kamu banyak berubah ya nak... kamu kesini sama siapa? Dimana mama?"

•••

"Silahkan... [Name] dan Gimyung. Ini teh nya ya"

"Terimakasih bibi" ucap [name] dan Gimyung bersamaan

[Name] meminum teh nya sedikit kemudian meletakkan gelasnya diatas meja tamu. Gimyung masih sibuk menyeruput teh nya. Mama Seongeun duduk di sofa ruang tamu.

"Sudah lama tidak bertemu, [name]~ bibi sangat rindu kamu... bagaimana kabarmu? Dimana mama?"

"Mama... mama sudah meninggal. Aku tinggal bersama ayah angkat ku sekarang."

Mama Seongeun terkejut, "Loh? Bagaimana bisa? Kapan beliau meninggal...? Turut berdukacita nak.."

"Setelah pindah ke Gangnam, mama benar-benar stress dan merokok setiap hari. Mama meninggal karena terlalu banyak merokok. Dia mengidap penyakit Bronkitis."

Mama Seongeun memeluk [name] dengan erat, "Yang sabar ya nak... kalau perlu sesuatu, bilang saja ke bibi ya?"

"Iya, bi. Omong-omong, bagaimana kehidupan bibi bersama Seongeun? Apa semuanya baik-baik saja?"

"Semuanya baik-baik saja.. namun ada yang sedikit berubah dari Seongeun. Semenjak masuk SMP, dia suka pulang larut dan entah darimana ia mendapatkan uang. Seongeun menjadi anak yang pendiam, lebih tertutup dibanding sebelumnya..."

[Name] mendengarkan mama Seongeun dengan seksama. Begitu juga dengan Gimyung, ia sangat penasaran dengan sosok Seongeun ini. Ia meminum teh buatan mama Seongeun sambil mendengarkan ucapannya.

"Seongeun.. bersekolah dimana, tante? Aku tidak menemukannya di SMP Gangseo tadi pagi"

"Ah, kamu pergi kesana nak? Bibi tidak mampus menyekolahkannya disana. Bibi tidak mampu membiayai sekolah swasta. Seongeun bersekolah di SMP umum"

"Oh begitu, tidak satu sekolah deh. Aku pikir bakal satu sekolah."

"Loh, kamu pindah kesini, [name]?"

"Tidak, bi. Aku kesini karena ada kegiatan pertukaran pelajar sementara. Aku dan Gimyung terpilih, aku pikir Seongeun akan berada disekolah itu. Seongeun kapan pulang bi? Aku ingin memberikan ini untuknya"

[Name] mengeluarkan kotak berwarna merah dengan pita berwarna putih diatasnya, serta kertas kecil yang menempel pada pita tersebut. Meletakkan kotak tersebut di atas meja. Gimyung memperhatikan kotak itu dengan serius.

"Seongeun pulang larut sepertinya... dia belum mengabari bibi. Apa kamu ingin menemuinya besok saja? Nanti bibi bicarakan pada Seongeun"

"Jangan, bi. Aku berniat memberikan kejutan untuk Seongeun... kejutan tentang kedatangan ku kemari"

Mama Seongeun mengangguk perlahan, "Baiklah... besok kamu datang saja ke alamat ini. Agak jauh dari sini sih, ini alamat sekolah Seongeun"

Mama Seongeun memberikan kertas kecil berisikan alamat sekolah Seongeun. [Name] menerimanya dan membacanya, kemudian Gimyung ikut membacanya.

"Terimakasih bi. Aku akan datangi dia besok sepulang sekolah."

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang