𝗧𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗺𝗮𝘀𝗮 𝗸𝗲𝗰𝗶𝗹, 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗲𝗺𝗮𝗻 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗮𝘁𝗮𝗽?
Park [Name], atau yang kerap disapa [Name] merupakan gadis blasteran Jepang-Korea. Paras menawan yang memancar dari rupanya menarik perhatian banyak orang, terutama dua insan yan...
"To love is to destroy, but to be loved is to be the one destroyed"
Enjoy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah pulang sekolah, [name] pulang dulu kerumah mama Gimyung untuk menaruh tas dan mengganti pakaian. Kali ini Gimyung tidak ikut, karena [name] meminta untuk membiarkannya pergi sendiri.
"Tidak apa-apa, [name]? Kalau ada bahaya gimana?"
[Name] tersenyum halus, "Tidak apa-apa. Aku akan baik-baik saja."
Gimyung menghela nafas kemudian mengelus rambut [name] secara halus. Mau tak mau dia harus mengiyakan omongan [name]. Gimyung membukakan pintu rumah.
"Hati-hati ya [name]. Kalau kau kena masalah nanti, segera hubungi aku..."
[Name] tertawa kecil, "Astaga, kamu ini kenapa sih? Khawatir berlebihan ya..? Kayak mengucapkan kata-kata perpisahan saja"
Gimyung menarik [name] untuk berpelukan dan membenamkan wajahnya pada ceruk leher [name], "Intinya hati-hati, aku tidak mau sesuatu buruk terjadi padamu"
•••
[Name] menaiki bus untuk sampai ke sekolah Seongeun. Untungnya, ketika sampai di halte dia langsung menemukan bus. Jika tidak pasti [name] sudah terlambat.
Ia melangkahkan kakinya dengan cepat, berharap agar Seongeun belum pulang kerumahnya. Ah, usahanya akan sia-sia untuk kemari ke sekolah itu karena jaraknya yang lumayan jauh. [Name] pun sampai di depan gerbang pintu sekolah disana. Sayangnya, sekolah itu sudah sepi.
"Ah.. terlambat ya.. harusnya aku langsung pergi saja tadi"
[Name] menghela nafasnya dengan kasar, ia berjongkok dan wajahnya mulai frustasi. Sambil memegang totebag berisikan kotak hadiah kemarin. Kemudian saat hendak berdiri, dia mendengar seseorang berjalan kearahnya, keluar dari gerbang sekolah.
"Permisi..? Boleh aku tanya sesuatu?" tanya [name] pada laki-laki yang lebih pendek di hadapannya
"Ah iya nona, ada apa?" anak itu menjawabnya dengan sopan, sepertinya mereka seusia
"Mmm, jadi begini.. aku mencari seseorang bernama Seongeun Seo, kemarin aku datang kerumah mamanya dan ia berkata bahwa Seongeun bersekolah disini, namun aku terlambat kemari dan tidak menemukan orang selain kamu.. apa kamu tau keberadaannya?"
Anak itu sedikit terkejut, "Nona mencari kak Seongeun? Hmm... yasudah, ikut aku. Kebetulan aku juga mau ke tempat kami sekarang"
[Name] tersenyum manis kearah anak itu. Melihatnya, anak itu sedikit terpesona akan senyum [name]. Mereka berdua berjalan bersama menuju tempat yang dituju.
'Apakah dia itu gadis yang pernah diceritakan Kak Seongeun...?' gumam anak itu
"Aku Hwang Jaewon, salam kenal ya [name]. Apa alasanmu mencari Kak Seongeun?"
"Terimakasih ya Jaewon, sudah mau mengantarkan aku. Hmm, aku ini teman lamanya Seongeun saat kecil, aku sempat pindah dulu.. aku ingin memberikan kejutan padanya, aku sangat rindu dengannya"
"Oh! Nona itu gadis yang pernah menyelamatkannya saat Kak Seongeun di tindas saat kecil ya? Dia sering menceritakan tentang dirimu sebelumnya"
[Name] tersipu malu, "Ah, begitu ya..? Senang mendengarnya. Aku kira dia akan membenciku karena aku pindah"
•••
Ketika mereka tiba disana, rasanya ada yang sedikit aneh. Kenapa tempatnya harus bar? Apa Seongeun sering kesana? Apa ia ingkar janji?
"Jaewon, apa tidak salah kita kemari?"
"Benar disini, Nona. Aku masuk terlebih dahulu ya, nanti aku bukain pintunya"
"Baiklah..."
[Name] memegang tangannya sendiri, merasa sedikit risih di bar itu, banyak pemabuk disana. Ia ditinggalkan sendirian di depan ruang VIP, kemudian pintu terbuka, [name] masuk kesana dan memandang pemandangan yang benar-benar ia benci.
"Kak Seongeun, ini orangnya.."
Brak!
Totebag itu dijatuhkan [name] dengan tidak sengaja, lantaran pemandangan didepannya ini membuatnya benar-benar terkejut. Ia melihat Seongeun duduk bersama teman-temannya dengan dua orang wanita disebelahnya, menghimpit batang tembakau itu dengan kedua jarinya sambil memegang gelas kecil berisikan minuman beralkohol. Gayanya santai menatap [name] dengan tatapan sayu sambil menyilangkan kakinya.
"... Seongeun, kamu dulu berjanji-"
"Huh.. janji apa.. kau siapa..?" ucap Seongeun setengah tidak sadar, ia samar-samar melihat wajah [name], rasanya tidak asing
"Palingan hanya gadis yang kemari kau tiduri, kak..." ucap salah satu dari mereka sambil tertawa kecil
Jaewon membuka suara, "Jangan sembarangan! Kak Seongeun, sadarlah... dia itu Nona-"
Sebelum menyelesaikan ucapannya, Jaewon terhenti akibat melihat [name] dengan air matanya yang membendung. [Name] tidak bisa menahan tangisnya akibat melihat Seongeun yang benar-benar berubah. Ia membuka pintu ruangan itu dan segera berlari, meninggalkan totebag yang akan ia berikan pada Seongeun.
"NONA [NAME]!" teriak Jaewon melihat [name] yang berlari
Seongeun mendengarnya tercengang dan perlahan kesadarannya kembali, ia mengambil totebag yang dijatuhkan oleh [name] itu dan membukanya, membaca surat kecil yang ada di depan totebag itu.
"....."
"Pantas saja tidak asing, luka di pipi nya.. persis." gumam Seongeun sambil frustasi dengan apa yang terjadi, ia benar-benar menyesal sudah mengingkari janjinya dan membuat [name] kabur begitu saja
[Kalau lupa, luka di pipinya itu ada karena cakaran mpus nya mereka, si Astaroth di episode 'Astaroth, The Kitten']
"Jaewon... Sejak kapan dia ke Gangseo?"
"Katanya dua hari yang lalu kak. Dia mencari kakak di SMP Gangseo tapi tidak menemukan kakak disana. Katanya dia bersekolah disana."
"Dia pindah kemari? Dengan siapa? Tinggal dimana dia? Kemarin aku tidak melihat siapapun dirumahnya"
"Dia tidak cerita tentang hal itu kak. Yang pasti, tujuan utama dia kemari adalah mencari kakak"
Seongeun menghela nafasnya dengan kasar, "Huft.. baiklah. Kalian semua, lakukan pencarian tentang [name] mulai malam ini. Jika lusa kalian tidak menemukannya, kalian akan ku perlakukan seperti sebelumnya. Terkecuali Jaewon. Mengerti?"
Dengan serentak, anak buah Seongeun, lebih tepatnya anggota Gangseo Alliance berdiri dan membungkuk, mematuhi perintah Seongeun.