XII: The lost memory

663 97 0
                                        

"If God heard my prayers tonight, convey this sense of love to her."

Enjoy

19:00

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

19:00. Gangnam-gu, Seoul, Korea Selatan.

Tok tok!

"[Name], boleh aku masuk?"

"Tentu, masuk saja Gim." balas [name] singkat

Gimyung kemudian membuka pintu kamar milik [name], dan masuk. Ia menutup pintu tersebut lalu berjalan menuju [name] yang sedang sibuk membaca lembaran kertas yang cukup banyak diatas meja belajarnya.

"Rajin banget, ngapain tuh? Memangnya ada tugas?"

"Gak ada, aku cuman lagi mencari informasi"

Gimyung berdehem menandakan ia paham, "Memangnya informasi apa? Serius banget raut wajahmu"

"Saudara ku, yang hilang."

"Eh, kau punya saudara? Ku kira anak tunggal"

"Tidak, aku anak kedua, aku mencari kakak kandung ku. Aku hanya tinggal bersama dia sampai usia 2 tahun, makanya aku lupa siapa dia"

Gimyung kemudian duduk di kasur milik [name], memperhatikan gadis itu dengan tatapan lembut. Gimyung mulai penasaran dan mengambil bangku lain, kemudian duduk di sebelah [name].

"Apa yang kamu lakukan?"

"Ingin membantu. Siapa tau aku mengenali orang itu, siapa namanya?"

"Tidak tau. Makanya aku mencari informasinya."

Gimyung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Hah? Gimana mau cari kalau namanya saja tidak tau? Terus bagaimana bisa tau kalau kau memiliki saudara yang hilang, kan kau lupa dengannya?"

"Mama ku berkata demikian saat-saat terakhirnya di rumah sakit. Dia hanya bilang aku punya saudara laki-laki. Aku kemudian menelusuri nya lewat dokumen yang ada di kamar mama ku dulu. Hanya menemukan foto lama kami dan akte kelahirannya, namun entah kenapa namanya dicoret. Serta paspor namun namanya juga dicoret."

Gimyung berdehem lagi, "Oh, begitu.. sejauh mana penelusuran mu? Dan boleh ku lihat fotonya?"

"Paspor ini dibuat saat dia berusia 7 tahun, dan ia tinggal bersama kakekku. Titik permasalahannya adalah, aku tidak tau siapa kakekku dan dimana ia tinggal." ucap [name] sambil memberikan foto-foto yang ia punya

"Wajahnya terlihat familiar.. hmm.. kenapa kau tidak tanyakan pada papa-mu?"

[Name] terdiam, ia memikirkan sesuatu. Ia tiba-tiba teringat akan papa-nya yang pernah memukulinya hingga membuatnya harus berpisah dari Seongeun, yang membuat ibunya meninggal karena stress berlebihan, yang membuatnya menjadi harus menjual rumahnya sendiri. Namun ia masih memiliki rasa sayang walaupun hanya sedikit.

"[Name]?"

"Ah, maaf aku melamun. Aku ada masalah dengan papa-ku saat kecil, dulu aku tinggal di Gangseo, namun karena masalah itu aku terpaksa meninggalkan temanku satu-satunya kemudian pindah kemari bersama mama-ku."

"Boleh aku tau apa masalahmu?"

"Sebenarnya aku tidak tau apa motif papa-ku melakukan ini. Saat itu mama-ku sedang pergi ke Jepang untuk trip pekerjaannya, kemudian aku hanya tinggal dengan papa-ku dirumah. Saat itu, setelah pulang dari kantor, papa-ku dalam kondisi mabuk bermain perempuan dan memukuli diriku. Mama-ku segera menceraikan dia, kemudian pindah kemari. Gimyung, apa menurutmu aku harus mengunjungi papa-ku? Aku juga rindu dengan temanku.."

"Menurutku tentu kau harus. Mungkin papa-mu sudah bertobat? Aku akan menemani dirimu ke Gangseo, supaya kau tidak terkena masalah. Sebelumnya, aku juga tinggal di Gangseo sih.. mama-ku tinggal disana. Bagaimana jika libur sekolah kita kesana? Nanti aku bicarakan pada om Gyu."

[Name] bersemangat, "Sungguh, Gim? Apa tidak merepotkan dirimu?"

"Iya. Tentu. Kau tidak akan merepotkanku kok. Justru aku yang akan merepotkanmu."

"Terimakasih banyak Gim. Aku menyayangimu, sangat menyayangi."

Kemudian, Gimyung dan [name] melanjutkan penelusuran mereka mengenai kakak kandung [name] hingga larut malam. Kemudian [name] tertidur di depan laptopnya, Gimyung menatapnya dan mengangkat tubuh kecil gadis itu dan membawanya ke kasur, menyelimutinya.

Ia melanjutkan pencariannya sendirian, hingga ia mendengar bunyi pintu terbuka. Gimyung mematikan lampu kamar [name] dan menyalakan lampu tidur, ia kemudian keluar dari kamar [name] perlahan tanpa membunyikan suara.

"Selamat tidur, Park [name]." ucapnya halus sebelum meninggalkan kamar itu

Gimyung berjalan menuju ruang tamu, menemukan Lee Dogyu yang baru saja kembali dari kantor Baekho. Ia menghampirinya dan membawakannya segelas air, serta dengan foto milik [name].

"Om, apa kau tau siapa ini?"

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang