XXXII: Night with Seo

468 57 4
                                        

"To love is to destroy, but to be loved is to be the one destroyed"

Enjoy

Pukul lima sore tepat pada jam tangan yang digunakan Seo Seongeun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pukul lima sore tepat pada jam tangan yang digunakan Seo Seongeun. Lelaki itu menunggu tepat di lobby utama untuk kedatangan Park [name] dan Kim Gimyung.

"Kau terlambat tiga menit, Kim Gimyung."

Gimyung terkekeh, "Kau benar-benar tidak mau mengurangi satu detik pun ya, Seo Seongeun?"

"Aku ambil alih. Jangan coba-coba mengganggu kami nanti ya." Seongeun menyeringai sebelum berjalan menuju pintu lobby, meninggalkan Kim Gimyung yang akan menuju kamarnya

•••

"[Name], sudah makan?"

"Sudah sih, tadi jajan sedikit. Tapi belum makan nasi"

Seongeun tersenyum halus, "Kamu kenyang?"

"Lumayan sih.. cukup banyak tadi kami jajan"

"Baiklah, kita makan barengnya habis jalan-jalan saja ya. May i hold your hand, princess?"

GILA! BISA GILA!

Princess treatment..? Seo Seongeun..? Gentle..?

Park [name] bisa gila!

".. [name]?" Seongeun nampak kebingungan dengan gadis yang kian mematung itu

"Boleh.."

Seongeun tersenyum, matanya pun ikut tersenyum. Senang bisa melihatnya sering tersenyum, saat kecil ia sangat jarang tersenyum.

Dengan lembut, Seongeun menggenggam [name] dan membawanya jalan-jalan disana. Mereka mendekati Igidae Park, tempat menyewa Yacht ride dengan disajikannya pemandangan indah air dimalam hari, dan bayangan rembulan yang menyinari malam hari itu.

Sebelum tiba di tempat menyewa Yacht, mereka melewati jembatan dengan lampu-lampu keemasan yang memuaskan mata. Begitupula dengan tangga-tangga kecil yang dihiasi juga dengan lampu-lampu keemasan.

Suasananya hening namun membuat perasaan begitu lega dan nyaman. Angin sejuk malam hari menyibak rambut [name] yang indah. Seongeun terpesona melihatnya.

"Kamu indah, [name]. Mahluk ciptaan yang begitu indah."

Rangkaian kata yang simpel, namun berhasil membuat wajah gadis itu merona.

"Terimakasih.." balasnya sambil tersenyum kaku

Seongeun tersenyum ringan dan mereka sampai di tempat penyewaan Yacht itu. Bukan hanya mereka, ada beberapa pasangan lainnya yang juga ikut mengantre untuk menyewa Yacht. Malam itu tidak terlalu ramai, Seongeun sudah memprediksi ini.

Tiba saatnya Yacht sewaan mereka, Seongeun membukakan pintu untuk [name]. Gadis itu masuk terlebih dahulu sebelum Seongeun mengikutinya. Kemudian Yacht itu mulai bergerak, menyusuri perairan disana.

Bukan hal jarang lagi jika di Busan banyak kembang api saat malam hari. Kembang api itu menghiasi langit-langit dan membuat memantulkan cahaya dari air. Sungguh pemandangan yang sangat memuaskan.

"Selamat ulang tahun, [name]." Seongeun memegang bahu [name] sambil memberikan kalung yang indah dengan tangan kanannya

"Seongeun..?"

"Boleh ku bantu pakaikan?" Ujarnya kemudian [name] membalasnya dengan anggukan

Seongeun memakaikan kalung itu pada leher [name] dengan lembut. Gadis yang ia sukai itu hanya diam sambil memandangi, menikmati keindahan pemandangan busan di malam hari.

"Terimakasih, Seongeun."

"Sama-sama. Satu minggu lagi tahun baru, kamu akan kembali ke Gangnam, kan?"

Seongeun beralih duduk disebelah gadis tersayangnya saat sang gadis menjawab pertanyaannya, "Benar. Aku kembali ke Gangnam sendirian. Gimyung akan menetap disini katanya,"

Seongeun memandangi wajah [name] yang masih terfokuskan pada pemandangan. Dengan berani, ia menyibak anak rambut gadis itu.

"Kudengar kau mencari saudaramu yang hilang, benar?"

[Name] menoleh pada Seongeun, "Kok tau? Diberitahu Gimyung ya?"

"Exactly. Hmm, kenapa kamu mencari dia? Bagaimana jika saudaramu jahat?"

[Name] termenung sebentar hingga akhirnya ia menyampaikan isi pikirannya, "Setelah perlakuan papa ku, maksudku papa kandungku.. aku kurang dekat dengan keluargaku, bahkan mama ku sudah meninggal. Aku ingin tau tentang keluargaku lebih lanjut, walaupun tingkah laku papa-ku seperti itu, tetap saja aku bagian dari keluarga. Dan aku juga ingin tau siapa saudaraku itu.."

Ia terhenti sebentar, ".. soal tentang sifatnya yang buruk atau baik, aku tidak peduli sih. Asal aku bisa melihat wajahnya sekali, untuk membayar rasa penasaranku."

"Bagaimana jika aku tau tentang keluargamu? Maksudku, saudaramu yang kamu cari-cari."

"Loh, kamu tau siapa saudaraku?"

Seongeun tersenyum kembali, "Tidak, hanya berandai-andai saja."

Keheningan kembali menyelimuti keduanya. Seongeun menggenggam tangan [name] dan mengelusnya perlahan. Menikmati keindahan malam itu berdua. Sungguh malam yang menenangkan setelah siang yang melelahkan.

Cup!

"E- eh, Seongeun..?"

"Tidak apa kan? Hanya sekedar kecupan kecil di pipi kok. Aku.. masih ingat dengan ucapanmu saat kita masih kecil. Kalau mencium, berarti itu tanda kasih sayang."

WHICH ONE? - SEONGEUN & GIMYUNG X READERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang