Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Tiba-tiba suatu hari aku mulai hilang arah Jadi kuputuskan untuk berhenti sejenak Aku mulai tersesat jadi kupilih berhenti dan menunggu Ada rasa yang kosong dan aneh tanpa alasan, hatiku merasa kosong Tidak kesepian hanya terasa kosong, dingin.
Namun entah mengapa aku berpikir ternyata sendirian tidak seburuk itu kok Memilih menanggung risiko dan menjaga diri dari mayoritas Sebuah panggilan untuk menata ulang hati tentang semangat dan kadang-kadang rasa tak berguna
Menangis bersama dalam kelemahan yang tak perlu disembunyikan lagi Tembok akan segera runtuh tunggu sebentar lagi disitu yah Aku mengucapkan selamat tinggal kepada diriku yang lama selesai dengan diri sendiri Mengistirahatkan rasa kuatir, melambatkan ambisi melatih kesabaran untuk terus menunggu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.