Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Waktu masih menunjukkan pukul tiga subuh ketika logika dan kalbu sedang bercengkrama Hari-hari menjadi begitu lambat berlalu
Halo apa kabar kamu yang ku rindukan, hati sudah tidak sabar ingin segera bertemu Menjadi tak karuan aku tersipu malu
Sekarang pikiranku sedang menjajah hatiku Tak mampu lagi berpaling dari indah dirimu Ternyata selama ini cinta bersembunyi di balik pelupuk matamu Ah tuan, aku menjadi semakin tidak waras
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.