Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Aku pernah tanpa sadar membangun tembok sedikit demi sedikit hingga tanpa sengaja terkurung sendirian.
Terbiasa dan menjadi nyaman. Tembok kesendirian yang ku bangun terlihat namun tak tersentuh siapapun.
Sebelumnya aku hidup dalam dalam botol kacaku sendiri, Berkali-kali menabrak kaca kemudian terjatuh, Meringis kesakitan, kemudian berdiri dan jatuh lagi, hingga lelah dan memilih diam tergeletak
Aku menerima diriku yang bagaikan bongkahan es. Tidak merasakan apapun, tanpa aliran, tidak menguap, tidak beraroma.
Aku hening dan diam yang kosong.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.