Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Aku tersungkur dan menangis tersedu-sedu. Memeluk diri dalam penyesalan dan keterbatasan Tidak bijaksana dan tidak berhikmat, bagaimana menghadapi diriku yang penuh kegelisahan
Padahal aku terus tumbuh, tumbuh lagi dan tumbuh terus Bungaku mekar menampilkan warna terbaiknya, menyebarkan wewangian khasnya. Jiwa- jiwa anggun bermekaran, kuat begitu indah.
Lalu dimana letak masalahnya ?
Tuhan tersenyum seolah menertawakan kekhawatiranku hari ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.