Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Aku berdoa agar segera kau menyadari perasaanku Segeralah sambut cintaku wahai pujaan hati Tak ingin lagi aku terjebak pada kekeringan yang menyedihkan itu
Memang tak semua rasa harus dijelaskan meski aku pandai berkata Tetapi denganmu, aku ingin menceritakan cintaku
Halo Tuan, terima kasih telah membuat umbiku bertunas meski telah lama dingin dalam kulkas Entah mantra apa yang kau ucapkan sehingga ia bertunas meski telah lupa aroma tanah
Kini aku datang membawa hatiku yang berdetak karena mu Tuan, jangan terus berjalan membelakangi aku Berbaliklah, hampiri aku malam ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.