Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
"Tenang saja dia pasti jodohku" "Bagaimana kau dapat seyakin itu sedangkan disini kau tidak melakukan apapun"
"kata siapa ? aku berusaha kok" "Tidak, kau hanya berani memandangnya dari jauh, hanya menyapanya seadanya saja. Semua orang dapat melakukan hal yang sama. Lalu, dimana letak usahanya?"
"Diam-diam aku memintanya kepada Tuhan, mencintainya dalam diam. Karena dalam diam tidak akan ada penolakan. Aku dapat mencintainya dengan tenang dan merindukannya dengan wajar. Tanpa khawatir dia akan terganggu"
" Jangan menjadi pecundang, berjuanglah, lampaui dirimu"
Aku dan diriku tidak akur dalam hal mencintaimu. Frustasi aku terjebak dalam cerita buntu ini. Kasihan diriku yang selalu bergulat dengan hati dan pikiran Orang-orang berkata cinta itu harus di kejar. Maju terus jangan berhenti sesekali bersifat agresif dan maju secara ofensif .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.