Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Aku menjalani hari seperti biasa, Suatu hari tanpa disadari hatiku tersentuh sesuatu.
Tanpa diketahui siapa-siapa aku melarikan diri dan bertemu sesuatu di seberang tembok sana, Sesuatu yang kurindukan.
Dalam keragu-raguan waktu pun berlalu. Semenjak bertemu denganmu, kutemukan hati yang bersemi, Bunga yang bermekaran, harum musim semi yang manis.
Aku ingin menjadi akrab. Tetapi tidak cukup berani untuk membuka pembicaraan. Tidak ingat ingin membicarakan apa. Tidak bisa bergaul, terjebak ketidakberdayaan, Terus berusaha mendekatimu begitu keras kepala dan manis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.