Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Di pagi hari Ku buatkan secangkir teh untukmu lalu kau akan menyesapnya perlahan Atau latte dingin dengan es batu ekstra Kita duduk berdua dibawah langit biru yang selalu kita puja
Tapi sayang, sajakku ini hanya sebuah fiktif belaka Alangkah indahnya jika kita benar-benar saling mencintai. Mungkin malamku tidak akan dibuka dengan doa berisi sendu tentang penantian panjangku menunggu dirimu
Tuan, dimana kau sekarang? Aku menanti kau membuka pintu dan mengucap salam Jangan biarkan aku menerka lagi, Tuan Rindu begitu menyiksa dan dinginnya yang panjang menusuk tajam
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.