Semoga Belum Terlambat 2

32 6 0
                                        

Di pagi hari Ku buatkan secangkir teh untukmu lalu kau akan menyesapnya perlahan
Atau latte dingin dengan es batu ekstra
Kita duduk berdua dibawah langit biru yang selalu kita puja

Tapi sayang, sajakku ini hanya sebuah fiktif belaka
Alangkah indahnya jika kita benar-benar saling mencintai.
Mungkin malamku tidak akan dibuka dengan doa berisi sendu tentang penantian panjangku menunggu dirimu

Tuan, dimana kau sekarang?
Aku menanti kau membuka pintu dan mengucap salam
Jangan biarkan aku menerka lagi, Tuan
Rindu begitu menyiksa dan dinginnya yang panjang menusuk tajam

Tuan, dimana kau sekarang?Aku menanti kau membuka pintu dan mengucap salamJangan biarkan aku menerka lagi, TuanRindu begitu menyiksa dan dinginnya yang panjang menusuk tajam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Garis BatasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang