Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Aku suka melihatmu, Aku suka saat kau berjalan ke arahku Aku suka melihatmu tersenyum Aku suka melihat cahaya pada binar matamu Aku suka padamu
Aku tidak peduli apakah kau adalah takdir atau hanyalah imajinasi Di jarak antara alam mimpi dan kehidupan nyata, aku cukup merasakan kehadiranmu
Aku hanya ingin kau saja Tuan
Aku selalu menantikan waktu kita dapat bertemu Kita akan bercengkrama layaknya pasangan sewajarnya Saling melempar senyum, menciptakan dua tawa yang serasa disatukan takdir Diam-diam aku tersipu, jantungku berdebar dan wajahku cengar-cengir
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.