Garis Batas
Sebuah Antalogi puisi yang menggambarkan cara seseorang mencintai dan menghidupkan karakter dalam ruang yang orang lain tidak ketahui, tidak mengharuskan siapapun mengetahuinya, hanya menikmati jatuh cinta sendirian dalam ruang kosong...
Aku ingin mengajak hatiku bicara. Berhadapan dengannya, mencoba mengerti keinginannya. Memaklumi kegagalannya. Memeluk keresahannya
Kadang aku tidak memahami hatiku sendiri. Di malam gelap tanpa bintang ia kini duduk jongkok di pojokan memeluk diriku. Ia bersinar lembut tak bisa di tembus cahaya.
"Capek, terlalu lelah" "Sabarlah, sedikit lagi" "Terlalu banyak kegagalan menguliti habis tubuhku"
Hatiku menangis tersedu-sedu kemudian mulai kehilangan sinarnya Redup, kemudian padam. Menghilang
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.