Mencintai seseorang secara ugal ugalan adalah bakat seorang Anita Jeissica Seira. Tidak heran, jika dia menyukaimu orang aneh seperti Adeva Sanindyar.
Sudah bersama sejak sekolah dasar, Tetapi Anita baru menyadari adanya Adeva. Selama ini Anita han...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat Juliani dan Naya waktu itu menunjuk Adeva yang sedang melamun, Anita jadi ikut kepikiran apa yang di pikirkan Adeva sehingga melamun? Ternyata, jika di perhatikan Adeva itu memiliki pikiran kosong yang sama sekali tidak di isi.
Anita jadi sering memperhatikan Adeva, selain melamun, Anita perhatian Adeva sering juga menatap mata Anita seakan ada yang menarik di mata Anita, tentu saja hal itu selalu membuat pipi Anita memanas dan panen kupu kupu di perutnya.
Melamun, menulis, melamun, menatap mata, melamun, menatap mata, melamun, mencoret di tembok, melamun, menatap mata, melamun dan seterusnya kebiasaan Adeva sejak jam kosong daritadi hanya itu.
Anita ber inisiatif untuk menulis surat untuk Adeva. Anita tau, Adeva tidak akan bisa membacanya, meskipun tau akan sia sia, Anita tetap menulisnya.
Heh De!
Jangan ngelamun terus ngapa, ntar kesabet cinta lo hihihi. Kasian gak bisa baca, nih ya makanya lo itu rajin rajin belajar baca sama gue biar lo bisa baca surat dari gue.Simpen aja dulu,siapa tau nanti ini jadi kenangan.
Dev, kenapa ya? kalo lo liatin gue atau gue liatin lo gue langsung sakit perut anjir, perut gue panen kupu kupu deh keknya. Takut banget gue ntar pas buang aer besar yang keluar nya itu kupu kupu, serem kann.
Oh iya, pipi gue juga kayak di goreng kalo lo liatin gue teros. Wajah gue juga jadi kayak beku gitu, kaya pengen senyom aja teros.
Lo anak putri Nina kan? yang nyanyiin nina bobo itu? nahh daripada lo ngelamun mendingan lo bobo, oke! u know lahh sleeping sleeping.
Bye dev! Tertandaa @ntataa fav.@ddevvvvaaa
Anita memandangi kerta itu sambil tersenyum kecil "Gue rasa, berlebihan gak sih? gak lah, gapapa alay, adeva nya juga gak akan baca, toh dia kan gak bisa baca" Anita melipat kertas itu hingga jadi lipatan kecil.
"Kasih sekarang gak yaa? nggak deng! nanti aja" Monolognya kemudian menyimpan kertasnya di saku.
⚘⌑⌑⌑⚘
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Akhirnya siswa/i SMAN Basstronesia five kini sudah bubar dari kelas masing masing-masing.
Seperti biasanya, Anita dan Adeva pasti akan pulang bersama melewati gerbang dan berjalan di jalan yang sama tanpa berbicara kecuali mengatakan kata perpisahan seperti "bye, dadah" atau semacamnya.
Tapi kali ini, Anita, dia berjalan beriringan dengan Adeva yang keheranan dengan tingkah Anita.
"De, lo kenapa tadi ngelamun sih?" Tanya Anita tanpa Ba bi bu be bo seperti dalam buku mengeja.