Mencintai seseorang secara ugal ugalan adalah bakat seorang Anita Jeissica Seira. Tidak heran, jika dia menyukaimu orang aneh seperti Adeva Sanindyar.
Sudah bersama sejak sekolah dasar, Tetapi Anita baru menyadari adanya Adeva. Selama ini Anita han...
Orang bilang, jokes paling gak lucu itu pas loe di cie cie terus lo senyum di sangka nya salting.
But, ada juga yang sesering itu di cie cie in sampe suka beneran. Contohnya, tokoh utama kita.
━━━━━━━━━━ HAPPY READING
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"CIEE! NITA BELAIN PACARNYA!"
Anita menutup telinganya berharap tuli untuk sesaat, namun sorakan dari teman teman sekelasnya membuat Anita kesal dan kembali menenggelamkan kepalanya di lipatan tangan.
Sedangkan Adeva yang menahan malu berlari kecil kembali ke meja nya. Sial, telinganya memerah.
"Udah eh diem! Guru udah mau kesini!" Teriak ketua kelas masuk ke kelas dengan buru buru kembali ke mejanya.
"Hallo selamat siang anak anak ,ada pengumuman untuk hari sabtu pembagian nilai ujian nilai tengah semester kalian, ibu harap orang tua kalian yang datang ke sekolah karena ibu ingin membicarakan sesuatu yang penting tentang kalian" Ucap Bu Dewi begitu masuk langsung menjelaskan
"Ahh bu, kenapa harus sama ortu? kan cuma ambil nilai doang" Protes Ara mengangkat tangannya, Ia berkomentar dengan mulut mengunyah permen karet. Tidak sopan.
"Ara, ibu juga mau berbicara dengan orang tua kalian. Selama kalian mendiami bangku kelas 10-A ini kalian ini terus saja membuat keributan, ibu bakalan mengadu pada orang tua kalian. Ara buang permen karetnya, Gak sopan!" Ucap Bu Dewi dengan panjang lebar, diakhiri dengan teguran kerasnya pada Ara.
"Bu kita mana ada bikin keributan?" Protes itu berasal dari Eja tangannya tidak pernah diam, selalu bergetar dan tremor tak kenal waktu, anxiety nya selalu mengikutinya hingga berbicara dengan normal pun adalah hal asing baginya.
"Sudah sudah, pokoknya nanti hari sabtu orang tua kalian harus datang, tidak ada yang sewa orang tua palsu lagi seperti waktu pengambilan seragam" Ucap Bu Dewi setelah itu tidak ada yang berani protes lagi.
Sedangkan kini Anita masih malu atas kejadian tadi, Anita diam diam menatap Adeva di belakangnya tapi yang dia lihat selalu saja Adeva yang sedang menatapinya.
Sial, pipi Anita terbakar sekarang. Mengapa Adeva selalu menatapinya, ia kan jadi berharap. Tunggu, Berharap? Ya, Anita benar-benar berharap bahwa dugaannya benar.
﹏﹏﹏⌑
"Heh! kalian tuh kayak bocil SD aja sih pake sobek sobekin kertas! Berantakan tau!" Amuk Yudya pasalnya hari ini yang melaksanakan piket kelas adalah Yudya karena Eca tidak sekolah hari ini.
Pria di kelas 10-A ini seperti anak kecil dengan asyiknya melempar kertas kertas berbentuk pesawat kertas kemana mana tanpa peduli akan membuat kelas terlihat berantakan.