dua puluh delapan

14 1 0
                                        

"Udah romantis romantis an nya?" Tanya Bu Miya bersedekap dada sambil tersenyum meledek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Udah romantis romantis an nya?" Tanya Bu Miya bersedekap dada sambil tersenyum meledek.

Sejak Anita mengatakan bahwa dia menyukai Adeva, Bu Miya sudah melihat nya dari jauh dan tersenyum kecil karena masa mudanya juga begitu.

Anita dan Adeva bertukar tatap kemudian menunduk takut di marahi oleh bu Miya.

"Bucin harus tau tempat lhoo, masih mending yang liat ibu gimana kalo Bu Lia? udah di hukum kalian" Ucap Bu Miya masih dengan posisinya

Anita mendongak menatap Bu Miya dengan takut "ehh bu ini salah paham, kita gak bucin kok. Kita juga lagi di hukum hehehe" Anita tersenyum kikuk.

"Hobby banget sih kalian di hukum. Yaudah lanjutin hukumannya, ibu mau ngadu dulu sama Bu Lia" Ucap Bu Miya tersenyum jahil

"Eehh ibu jangan gituu dong bu, ibu gak solid ihh ibu mahh" Ucap Anita agak merengek

"Udah tuh selesain hukumannya" Ucap Bu Miya terus melangkah pergi tanpa peduli lagi.

═════┅

Entah kenapa Anita tidak suka segala hal yang ada sejak tadi, bisa di bilang dia emosian sejak jam istirahat berakhir.

Perutnya juga sangat sakit, Anita juga selalu kesal karena semua hal spele. Seperti kali ini Adeva yang meminta contekan dan Anita memarahinya habis habisan.

"Lo nyontek mulu sih! Makanya lo pinter biar gak nyontek terus ntar lo nyontek nilai lo yang lebih gede daripada gue. Sana balik lagi ke bangku lo jangan nyontek sama gue, Dasar dugong" Omel Anita melotot tajam pada Adeva.

Adeva tersenyum samar tapi dalam hatinya dia bingung kenapa Anita marah marah seperti ini.

Adeva mengedikkan bahunya kemudian kembali ke bangkunya dengan perasaan yang tidak tau kenapa.

"Ta, lo beneran marahin Adeva? tumben amayy" Tanya Juliani dari meja belakang Anita

Anita memutat bola matanya malas "Yaudah lo aja yang ngasih dia contekan. Kalo lo emang kasian sama dia, yaudah lo tolongin. Banyak bacot amayy" Kesal Anita kembali fokus ke pelajaran nya

"Bukan gitu, lo kenapa? emosian banget" Heran Naya, ia juga tak enak jika teman sebangkunya di marahi seperti itu oleh orang lain.

"Terserah gue dong mau emosian mau marahin orang atau mau nyakitin orang juga, dosa gue pula" Kesal Anita dia hanya menggerutu karena malas jika harus berdebat.

"Heh bau, anter gue ke toilet perut gue sakit banget" Ajak Anita langsung beranjak dari duduknya.

Gledis menurut dan langsung beranjak dari duduknya mengekor pada Anita.

"Ta, lo lagi datang bulan ya?" Tanya Gledis ia melihat rok Anita yang berlumuran darah.

"H-Hah? kenapa?" Tanya balik Anita karena dia juga merasa sedang datang bulan, padahal perkiraannya ia akan mengalami datang bulan dua hari lagi.

NIDETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang