lima belas

27 4 0
                                        

Di tinggalkan memang menyakitkan
Tapi menghilang jauh menyakitkan.

﹏﹏﹏﹏⌑

"Lhoo kamu gak sama Zora?" Pertanyaan itu membuat senyuman Anita luntur, dan dirinya yang tadi ceria kini kembali rapuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lhoo kamu gak sama Zora?" Pertanyaan itu membuat senyuman Anita luntur, dan dirinya yang tadi ceria kini kembali rapuh.

"Zora sakit bu, makannya gak bisa kesini" Jawab Adeva, dia melihat raut wajah Anita yang tidak mengenakan.

Mereka bertiga pun masuk ke ruang guru di sekolah lamanya itu,yang kini sudah banyak berubah di banding dahulu, padahal hanya beberapa bulan.

"Biklah kalau begitu, Kalian, Ajiz, Zarel, Zora, Anita, Adeva, Sulai. Ijazah kalian belum di bawa, jadi ibu panggil kalian. Ehh yang datang malah cuman berdua, padahal ibu kangen sama Zarel," Bawel bu Eris, tangannya tidak tinggal diam dia sudah mencari ijazah di tumpukan ijazah lain.

Anita dan Adeva hanya tersenyum kikuk menanggapi. Tak lama, Ijazah atas nama Anita dan Adeva pun berhasil Bu Eris temukan.

"Nah, Anita sebenarnya kamu waktu itu Rangking 4 dalam 5 besar di kelas 9 pas kelulusan. Sayangnya, para orang tua mengatakan jangan umumkan 5 besar, jadi ibu hanya mengumumkan 3 besar. maaf ya Anita," Ucap Bu Eris dia mengelus puncak kepala Anita untuk ke sekian kalinya.

"Gapapa bu, Anita aja kaget ternyata masuk 5 besar. Yasudah bu kalau begitu, kita izin pamit dulu ya," Anita menyalimi tangan Bu Eris dan mengecupnya singkat.

"Ini yang Zora gak sekalian?" Tanya Bu Eris menunjukkan ijazah Zora, tapi Anita menggeleng sebagai jawaban

"Nanti kalau dia kembali bu," Ucap Anita dengan senyuman tipis "Eh maksudnya kembali dari rumah sakit bu." Anita terkekeh kecil

Setelah benar-benar berpamitan, Anita dan Adeva pun melangkah kan kaki keluar dari sekolah lamanya itu.

"Ihhh poto ijazah gue kok jelek ya? ih beda banget sama gue!"Gerutu Anita menatapi foto ijazahnya yang berwarna hitam putih.

Adeva melirik foto ijazah yang membuat Anita menggerutu, membuatnya menahan tawa.

" Apa lo?!"Sewot Anita, dia kesal sekali karena Adeva juga menertawakannya.

"Mana liat foto ijazah lo! sekalian gue juga mau liat nilai nilai ujian lo" Ucap Anita, dia hendak merebut ijazah milik Adeva.

Adeva dengan sigap menjauhkan ijazah miliknya "Gak," Ucapnya singkat tapi dengan lembut.

Anita cemberut tapi dia masih berusaha mengambilnya, begitupun Adeva yang masih sigap menjauhkan ijazah miliknya

"Liat doang dev! pelit banget sih lo!" Telapak tangan anita melayang memukul pundak Adeva.

"Sinii liat doang!" Anita terus berusaha meraih ijazahnya namun selalu tidak tertangkap.

"Tangkap kalo lo bisa!" Teriak Adeva sebelum ia berlari cepat sambil menoleh ke belakang sesekali melihat Anita masih mengejarnya atau tidak.

"Dev!" Panggil Anita dengan teriakannya, tidak memperdulikan orang di jalan yang menatapnya.

Aksi kejar kejaran pun berlangsung agak lama, hingga akhirnya mereka berdua lelah sendiri dan Adeva memberikan ijazahnya dengan mudahnya.

"Kenapa gak dari tadi?! Asu!"

plak!

Anita menggeplak pundak Adeva lagi ketika melihat foto ijazahnya sangat sempurna. rambut tertata rapih karena hasil razia yang di rapihkan, baju yang rapih dilengkapi dasi, dan ekspresi muka yang tersenyum tipis.

"Anjirr foto lo bagus banget, cuman yang kurang tuh rambutnya. rambut lo di sini botak anjirr" Kekeh Anita menertawakan foto ijazah Adeva.

"Lo? lo lebih tua 2 tahun dari gue? tanggal 24 Juni dua rib- ehh kok di ambil sih!" Gerutu Anita saat hampir selesai membaca biodata Adeva, Adeva malah merebutnya.

"Udah, lo kan ngetawain foto gue." Ucap Adeva kemudian memasukkan ijazah miliknya ke tas.

"Bentar lagi hujan, pulang gih," Usir Adeva mendorong Anita berbelok ke jalan pulang Anita.

"Cih!" Decih Anita dengan samar membuat Adeva kesal dan menarik kuciran rambut Anita.

"Aww! sakit anjing!" Pekik Anita langsung menghempas tangan Adeva dari rambutnya.

Adeva terkekeh kecil melihat ekspresi kesal dan marah Anita."Kasar lu.."

"Berilah hamba mu ini kesabaran Ya Allah Ya Rabb" Rintih Anita berdrama kemudian benar benar berjalan pulang.

﹏﹏⌑

"Pengumuman Pengumuman! Untuk kelas kita kelas X-A dan X-C lusa akan praktek renang di Kolam renang Tirta Suralaya jadi, di persiapkan uang untuk tiketnya dan barang barang yang harus di bawa!" Teriak sang ketua kelas mengumumkan pengumuman yang di amanatkan wali kelas.

"Lusa banget ya,Rel?" Tanya Anita, masalahnya ssekarang saja dia sudah datang bulan. Apalagi lusa?

"Iya, kalo lo gak mau ikut gak masalah. Kehadiran lo gak penting juga" Ucap Farel membuat Anita naik darah, tapi sebisa mungkin Anita menghela nafas dan mengabaikannya.

Anita menatap Adeva di belakangnya, seperti biasa pasti Adeva selalu lebih dulu menatapnya dengan lekat.

Anita berbicara lewat gerak mulut dan matanya, dia bertanya tanpa suara, ia menaikkan dagu sebagai gerakan bertanya 'lo mau ikut?'

Adeva mengerti jadi ia mengangguk meng iyakan, dia selalu ikut jika tentang berenang. Entah kenapa, Adeva suka saja dengan berenang.

Melihat jawaban Adeva, Anita langsung murung pasalnya dia tidak akan ikut. dan itu pasti.

'kenapa?' Tanya Adeva dengan gerakan bibir juga tanpa suara, ia pun ikut mengangkat dagu bertanya.

Anita hanya menggeleng sebagai jawaban, mana mungkin dia akan mengatakannya mungkin dia akan di tertawakan oleh Adeva.

'lo gak ikut?'  Tanya Adeva di balas anggukan oleh Anita, Adeva hanya manggut manggut padahal dia tidak tau alasannya kenapa.

"Ta, lusa kan renang. Lo mau ikut renang apa kerkom? masalahnya tugas bahasa Inggris di kumpulinnya hari kamis," Ucap Andre dia tiba tiba datang ke meja Anita.

"Oh? mau kerkom? yaudah gue lusa kerkom aja. Siapa aja yang kerkom emang?" Tanya Anita dengan serius.

"Cuman kita bertiga, Yudya, lo sama gue," Jawab Andre mengambil penghapus kemudian kembali ke meja nya.

〰︎〰︎〰︎⌑

Tak terasa waktu terlalu cepat berlalu, kini Hari Rabu menjadi hari paling menyedihkan bagi Anita.

Anita di bohongi, ternyata yang mengerjakan tugas kelompoknya hanya dia dan Andre. Yudya beralasan sakit dan tidak sekolah.

"Ehh dev,kok air nya di buang?" Tanya Anita saat sedang haus dan kesal begini dia malah melihat air minum se botol Adeva buang secara mubazir.

"Liat," Adeva menunjukan isi botolnya pada Anita. Anita menatap isi botol itu dengan jijik

"Iyuwhh, lo masukin apa ke dalemnya? bau banget." Tanya Anita dan jawaban Adeva hanya mengedikkan bahunya.

﹏﹏﹏﹏⌑

Dicintai atau mencintai kenapa kalo putus sama sama gak enak? karena ujung nya sama sama TAI

NIDETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang