satu

77 10 2
                                        

LANJUT YOK!

HAPPY READING!

Masa pengenalan lingkungan sekolah atau di singkat MPLS kini sedang dilakukan salah satu sekolah yang membuka tahun ajaran baru sekaligus ajaran pertama sejak dibangunnya bangunan sekolah ini.

SMAN Basstronesia five. Anita serta calon murid lainnya adalah generasi pertama dari SMA ini.SMA terdekat dan gratis ini mungkin sekarang baru menerima seratus siswa, Itu di karenakan masyarakat belum tahu dan mengenal SMA ini. Meskipun begitu, SMA ini merupakan harapan masyarakat sekitar sehingga menjadi salah satu sekolah yang dikenal akan mencetak murid yang memiliki kualitas baik.

MPLS ini terlalu lama di laksanakan, lapangan pun terbilang kecil, Anita tidak bisa terus melontarkan kata kata pedas mengenai bangunan sekolahnya ini.

"Zora, gue sebel banget deh. Padahal waktu SD juga kita sering maen ke sini, gak tau kalo ini bakal di jadiin Bass five" Itulah sebutan baru murid murid untuk sekolahnya, Bass five.

Zora menangguk pelan "Tau gitu, kita ke Al-Gona'an aja ga sih? gapapa swasta juga padahal mahh" Gerutu Zora, bagaimana tidak separuh uangnya sudah masuk ke sekolah swasta, tapi Anita memaksanya masuk ke sekolah ini bersamanya.

"Gila, Ra, yang lebih gak nyangka kok 'dia' bisa masuk ke sini sih? ini kan sekolah negri? Gimana kalo dia di bully?" Cerocos Anita pada Zora yang mengernyit bingung, sejak kapan sahabatnya ini peduli pada orang yang tidak dia kenal? "sama gue" Lanjut Anita dengan senyuman lebar nan tengil tercetak di bibirnya.

Zora membuang muka nya sambil tertawa renyah "Dasar konyol! gue pikir lo suka sama dia sampe khawatir kek gitu"

"Lebih konyol kalo gue suka sama dia!" Anita ikut tertawa, dia tidak akan bisa membayangkan jika dia suka pada manusia bodoh seperti Adeva. Itu sangat konyol. Membayangkannya saja membuat dia geli sehingga rasanya mual.

"Awas lo suka gue goreng lo" Gumam Zora pada Anita, feeling Zora mengatakan Anita berkata seperti itu untuk menghindari ejekan. Karena memang seperti itulah Anita.

"Goreng aja nih jadiin anita guling yang enak, tapi lo bakal keracunan soalnya kan gue pake Body Lotion buanyaakk banget" Ucap Anita mengada ngada, Zora mual mendengar ocehan Anita hingga rasanya ingin muntah. Apalagi bualannya mengenai Body lotion, padahal Zora tau,Anita memakai body lotion sedikit saja sudah gatal karena tidak terbiasa menggunakannya berlebihan.

"Paansih kalian berdua debatin orang kayak si Ade? udah udah kalian gak malu apa ribut sendiri?" Tegur Nafadila, dengan nama panggilan Nafa, Gadis bertampang bak pria dengan wajah petantang-petenteng itu hendak mencubit Anita, Namun dengan sigap Anita menipisnya kasar.

"Paan sih fa, iri aja lo. Lagian suara gue ga seberisik itu" Anita tampak menyebalkan di mata Nafa hingga Nafa ingin mencabik cabik wajah tengil Anita yang kini tersenyum menyebalkan.

"Asu ah, terserah lo, fuck!" Setelah mengatakan itu, Nafa kembali membalikkan tubuhnya ke depan.

"Ra-"

"Taa, ada guru. Kita lanjut ngobrol nanti oke? kita gibahin si Nafasu ini" Sela Zora sambil menunjuk Nafa dengan dagunya, lalu berlalu seraya menarik lengan Anita.

Anita mengangguk menurut. Dia mungkin bisa diam jika ada guru, Tapi Anita tidak bisa diam untuk tidak membicarakan Adeva pada Zora.

﹏﹏﹏﹏﹏

MPLS sudah berakhir sejak dua minggu lalu, dan kelas sudah di tepatkan. Zora dan Anita berbeda kelas membuat Anita selalu merasa kesepian, terlebih dia terus di tempeli Gledis.

NIDETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang