dua puluh dua (starfish)

15 2 0
                                        

Twinkle twinkle little star ~

Mungkin, Bintang di langit bersinar tetapi bintang di laut jauh lebih unik.
bintang di laut, selalu abadi.

⌑⌑⌑⌑⌑

HAPPY READING

HAPPY READING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

﹏﹏﹏⌑⌑

"Mau apa lo manggil gue?" Tanya Anita begitu datang ke hadapan Koko, ia tak berani menatap Adeva.

"Apaan? tuh si deva yang manggil lo. Dah lah. Buu pengen pop ice nya satu rasa Durian!" Teriak Koko ia langsung masuk ke warung meninggalkan Adeva dan Anita berdua.

"Lo manggil gue pinjem nama Koko?" Tanya Anita pada Adeva, dan adeva hanya mengangguk pelan.

"lo kenapa?" Tanya Adeva dengan lirih berhati hati jika Anita malah marah.

"lo yang kenapa. Lo marah'kan sama gue? yaudah maaf, gue minta maaf sama lo" Ucap Anita sedikit nge gas, sebenarnya ia mau Adeva yang meminta maaf tapi sudahlah ia tidak kuat jika diam diaman selama itu dengan Adeva.

"Lo tau kenapa gue marah? paham kan?" Tanya Adeva membuat Anita bingung, ralat Anita sudah mengerti tapi berekspresi seakan Anita tidak tahu apapun.

"Apa? gue cuman tau lo marah karena... gue larang lo buat pulang jalan pintas" Jawab Anita, jikalau benar Adeva menyukai Anita, Akan Anita buktikan sekarang. Anita akan buktikan bahwa Adeva tidak menyukainya.

"Gue kira lo paham" Gumam Adeva dengan nada sedikit kecewa

"Paham apa?" Tanya Anita dengan mata berbinar, ia menunggu jawaban Adeva tapi ia malah melihat tangan Adeva yang mengeluarkan sesuatu dari saku celana abunya.

"Apa?" Tanya Anita dengan penasaran.
Adeva tersenyum kecil pada Anita kemudian mengeluarkan kalung yang dia bawa untuk Anita.

"Ihh bagus banget!! Mauuu!gue mau itu! itu bagus banget! pokoknya itu buat gue!" Pekik Anita, yang semula gadis lembut yang meminta maaf, kini sifat aslinya keluar. Ya, Anita yang banyak bicara.

Adeva terkekeh melihat Anita yang mencoba meraih kalungnya tetapi Adeva terus menjauhkannya.

"Ish! Adeva! itu buat gue kan? pasti buat gue bagus banget gitu! mana liontin nya starfish lagi, lo beli dimana?" Cerocos Anita ia tetap berusaha meraih kalungnya

"Diem dulu!" Titah Adeva, dan Anita langsung diam menurut "Pilih gue maafin, atau pilih kalung ini?" Lanjut Adeva bertanya

Anita membelelakkan matanya "Gue mau dua duanya! maaf lo penting! kalung ini juga penting! dan gue dua duanya" Tegas Anita

NIDETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang