30

376 31 0
                                        

Suna susah payah berusaha memaksa sang kakak untuk berhenti setidaknya untuk beristirahat sejenak.

Sakusa benar-benar terlihat sangat rapuh, kantung matanya yang menghitam, tangan yang gemetar dan tidak mau melepaskan genggamannya dari setir mobilnya, Sakusa terus saja bersikeras untuk mengerahkan semua anak buahnya untuk ikut mencari.

"Kak tolong hentikan, kau bisa tewas kalau begini"

"DIAM SUNA!!"

Suna merebut kemudi mobil dari sang kakak, dia berusaha untuk meminggirkan mobil, semalaman mereka telah mengelilingi kota bahkan hari sudah terlihat senja namun sang kakak tak juga mau berhenti untuk mencari Atsumu yang entah dimana.

"Lepas Suna!!!"

Dan..

Bruk...

Mereka akhirnya menabrak pembatas jalan.

Sudah sudah memperkirakan jika akan berakhir begini jadinya daripada sang kakak yang tidak mau berhenti.

"Kau mau mati hah?"

"Kau yang akan mati jika terus begini kak! Aku sudah lelah"

Sakusa menarik kerah baju yang dikenakan oleh sang adik.

"Apa yang akan kau lakukan kak, memukulku? Jangan melimpahkan kesalahanmu pada orang lain kak. Semua ini salahmu, kau yang membiarkan Atsumu mu untuk pergi hingga membuatmu seperti ini!"

Sakusa mendorong tubuh sang adik, Suna memang benar, dia yang bodoh telah membiarkan separuh jiwanya untuk pergi.

Suna bergegas keluar dari dalam mobil yang telah rusak akibat ditabrak, mendial nomor telepon salah satu anak buah Sakusa agar bisa menjemput sang kakak, sedangkan dia langsung menaiki taksi untuk pulang, lelah, Suna benar-benar sangat lelah.

.

Melangkah lunglai menuju apartementnya, Suna disambut oleh Osamunya yang nampak menunjukkan wajah yang berbeda.

"Rin.. Ikut aku, akan kutunjukkan sesuatu padamu!"

Osamu menarik Suna menuju salah satu kamar di hunian milik mereka.

"Sayang aku lelah, aku ingin istirahat, nanti saja oke?"

"Ikut aku sebentar saja!"

Osamu terus saja menarik lengan tubuh yang lebih besar itu.

Ketika melihat apa yang ingin ditunjukkan oleh Osamu, Suna benar-benar sangat terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya, Suna segera menarik lengan pasangannya agar menjauh dari kamar itu.

Suna perlu bicara.

"Dimana kau menemukannya?" Suna menyugar kebelakang rambutnya

"Sayang kau tau, aku dan kak Sakusa hampir saja mati mencarinya"

"Apa yang terjadi dengan kakakmu ha? Kau tau, aku menemukannya saat tengah malam sedang pingsan di trotoar tengah jalan dengan baju yang begitu tipis"

"Ada sedikit kesalah pahaman dan-"

"Dan apa? Dan membiarkan Atsumu hampir mati seperti itu" Osamu mengerutkan dahinya kesal.

"Beruntung aku yang menemukannya, bagaimana jika orang jahat yang menemukan Atsumu atau dia telah mati saat kita menemukannya"

"Sekarang bagaimana keadaannya?"

"Dia hampir Hyportemia, dia kedinginan, dia kelaparan sungguh Suna, aku benar-benar membenci kakakmu itu sekarang!"

"Kak Sakusa harus mengetahui ini" Suna merogoh ponselnya, namun lengannya dicegat oleh Osamu

"Tidak Suna!"

SakuatsuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang