Sekolah Angera Internasional – Hari Pembelajaran Dimulai
Pembelajaran di Sekolah Angera Internasional Prancis baru saja dimulai. Sekolah elite ini memiliki sistem pendidikan yang sangat menyeimbangkan antara akademik, seni, dan olahraga, disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing murid.
Untuk akademik, siswa bisa memilih kelas seperti Matematika, Sains (Biologi, Fisika, Kimia), Bahasa (Prancis, Inggris, Mandarin), Politik & Perdagangan Internasional, Komputer, serta berbagai peminatan lainnya.
Di bidang seni tersedia:
🎵 Kelas Piano, Biola, Musik Tradisional Prancis
🎭 Kelas Drama, Tari (Balet, Tradisional, Modern), Melukis, dan Bernyanyi
Sedangkan bidang olahraga mencakup:
🏀 Basket, 🏌️ Golf, 🐎 Berkuda, ⛸ Ice Skating, dan lainnya.
Setiap murid bebas memilih bidang sesuai bakatnya. Karena sistem fleksibel ini, satu kelas bisa berisi murid dengan jadwal dan tujuan berbeda.
Kelas Matematika – Kewajiban yang Tak Semua Suka
Hari ini dimulai dengan kelas wajib Matematika, yang dihadiri seluruh murid tanpa terkecuali. Seorang guru muda berusia sekitar 30-an mengajar di depan dengan sabar dan cermat, menggunakan layar digital besar sebagai alat bantu visual.
Namun, tidak semua murid antusias...
Chanel sibuk scroll Instagram, membalas komentar dan mengagumi wajahnya sendiri. Ia memang tak pernah tertarik pada matematika.
Tiffany tertidur pulas di mejanya. Bukan karena malas, tapi lebih pada mood-nya yang menentukan apakah ia ingin belajar atau tidak.
Celine fokus, mencatat setiap poin penting yang disampaikan guru.
Catrier hanya duduk tenang, mendengarkan penuh perhatian tanpa mencatat. Ia memiliki ingatan fotografis yang membuatnya mampu menyimpan semua informasi di otaknya.
Setelah 1 jam 10 menit, bel berbunyi menandakan pergantian kelas. Waktunya kelas seni—dan semua murid beranjak menuju kelas yang telah mereka pilih:
Chanel ke kelas balet
Tiffany ke kelas piano
Celine ke kelas vokal
Catrier ke kelas melukis
Lift yang Canggung dan Perbedaan Kelas
Di dalam lift menuju lantai 4, Tiffany masuk bersama Teresa, kakak kandungnya. Suasana menjadi canggung. Hubungan mereka renggang, nyaris seperti orang asing.
Catrier dan dua murid lain juga berada di dalam lift, semuanya diam.
Teresa adalah murid kelas B+, kelas di bawah Tiffany, karena nilai akademiknya yang kurang baik dan tidak naik kelas—meski berasal dari keluarga berada. Tiffany bertekad mempertahankan nilainya agar tidak pernah sekelas dengan Teresa.
Begitu sampai di lantai 4,
Teresa & Catrier masuk ke ruang melukis
Tiffany masuk ke ruang musik
Kelas Melukis – Objek yang Bergerak
Di kelas melukis, Catrier langsung mengambil peralatannya. Teresa juga duduk di salah satu sudut ruangan. Tutor sudah menunggu.
Hari ini, mereka akan melukis Chanel dari kelas balet sebagai objek.
"Tema kita hari ini: Keindahan Wajah Seorang Penari Balet. Chanel akan berpose untuk kalian," ucap tutor.
Chanel berdiri dengan baju balet putihnya, lalu mulai berpose. Namun, ia terus bergerak-gerak, membuat murid lain kesulitan melukisnya.
"Astaga Chanel, diamlah sedikit!" seru salah satu murid.
Chanel mendengus, merasa lelah. Tapi Catrier tetap tenang, fokus pada garis-garis lukisannya. Ia menggambarkan sisi wajah Chanel dengan presisi, dari helai rambut, gerakan leher, tangan, hingga posisi kaki seorang balerina. Lukisan itu mulai membentuk keindahan yang nyaris hidup.
Saat selesai, tutor mengecek satu per satu hasil muridnya.
Hampir semua gagal... kecuali Catrier. Lukisannya luar biasa, menggambarkan wajah dan pose Chanel dengan sempurna.
"Wah... cantik sekali. Kamu benar-benar berbakat, Catrier," ucap Chanel kagum.
Namun saat Chanel memintanya,
"Catrier, boleh lukisannya untukku?"
Catrier hanya diam, memasukkan perlengkapannya ke loker, lalu berjalan pergi. Sebelum masuk lift, ia meninggalkan lukisan itu di samping tempat sampah.
Chanel melihatnya, buru-buru mengambilnya.
"Ish! Kenapa harus dibuang juga... padahal aku ingin," gumamnya, lalu membawa lukisan itu ke ruang balet dan menyimpannya di dekat lokernya—meski cukup mengganggu orang lain yang ingin membuka loker.
Kelas Musik dan Vokal – Duo Tak Terduga
Di kelas musik, siswa piano dan vokal sering disatukan dalam latihan kolaboratif. Hari ini, tutor menunjuk Tiffany (piano) dan Celine (vokal) untuk tampil.
"Kami akan mempersembahkan lagu Ghost oleh Justin Bieber," ucap mereka.
Tiffany duduk di piano, jemarinya mulai menari.
Celine berdiri, menarik napas, dan mulai menyanyi.
🎶 I miss you more than life... 🎶
Suara Celine yang jernih dan emosional, berpadu dengan permainan piano Tiffany yang elegan, menciptakan harmoni yang memukau. Satu kelas berdiri dan bertepuk tangan.
Keduanya kembali duduk. Namun Tiffany, seperti biasa, tidak peduli pada penampilan murid lain. Ia memasang earphone dan memutar lagu lain dari ponselnya, tenggelam dalam dunianya sendiri.
Terima kasih atas support dan dukungan kalian!
🖤 Like – Vote – Comment jika ingin kelanjutan kisah C³T (Catrier, Celine, Chanel, Tiffany, Teresa)!
KAMU SEDANG MEMBACA
c³ t
Fanfictionmengkisahkan 4 siswa kelas A+ di sekolah angera internasional yang terkenal siswanya sangat berbakat dan kaya raya . dikhususkan untuk anak anak yang beristilah " borju" selain karena akademik nya yang bagus sekolah ini memiliki nama yang sangat ku...
