mengkisahkan 4 siswa kelas A+ di sekolah angera internasional yang terkenal siswanya sangat berbakat dan kaya raya .
dikhususkan untuk anak anak yang beristilah " borju" selain karena akademik nya yang bagus sekolah ini memiliki nama yang sangat ku...
Kim membawa catrier ke rumah nya bersama dengan istri barunya dan anak perempuan nya , keduanya menyambut kedatangan catrier dengan penuh berempati, ayahnya memperkenalkan mereka sebagai sosok keluarga barunya catrier, bahkan ia memperkenalkan Junita sebagai istri barunya dan nancy sebagai Putri nya , catrier masih saja terdiam tak bicara apapun. Junita mengajak catrier untuk melihat kamarnya yg sudah ia siapkan, kamarnya begitu kecil seperti kamar pembantu. Kim sempat komplain kenapa Junita menyiapkan kamar untuk catrier ditempat yang ini , padahal masih ada 2 kamar kosong yg lebih luas dari ini . Tapi Junita mengelak dengan memberikan penjelasan bahwa disini terdapat jendela yg bila dibuka akan memperlihatkan keindahan kota kota cantik Prancis dan itu bagus untuk kesehatan mental catrier yg baru saja terpuruk atas meninggalnya ibunya. Kim pun mengiyakan nya .
" Sekarang kau istirahat saja ya , cepat masuk " ucap Junita mendorong masuk catrier kekamar nya lalu menutup pintu kamar nya .
" Biarkan dia istirahat, dia pasti capek" ucap Junita
" Tapi , dia pasti membutuhkan seseorang disampingnya" ucap Kim
" Dia butuh ketenangan" ucap Junita
" Papah , aku lapar menunggu papah pulang, ayok kita makan" ucap nancy menarik Kim ke tempat makan
Sedangkan dari dalam kamar catrier, ia menangis menahan rasa sakitnya, menyenderkan dirinya di tembok kamar nya dan terkelungkup menangis di lantai tanpa suara agar tak ada seorang pun yg bisa mendengar nya .
* Di rumah duka
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chanel dan calvin baru saja datang, mereka telat datang karena harus menunggu ayahnya yang baru pulang bekerja baru bisa mengantar nya . Tapi sampai nya di ruang duka, catrier tak terlihat di manapun. Chanel menghampiri ibunya yg sudah sejak pagi berada disini mendampingi seluruh proses pemakaman mendiang Tante Angelina, ia bertanya tentang keberadaan catrier dan jawaban nya adalah catrier telah dibawa pulang oleh ayahnya.
" Catrier kemana ? Aku ingin melihat nya " ucap Chanel
" Dia sudah pulang bersama ayahnya" jwb jenaya
Sebenarnya jenaya sangat ingin mencegah nya saat ia ingin membawa catrier tapi ia tidak bisa melakukan hal itu , apalagi baru terjadi pertikaian dan ia tidak ingin menambah suasana yg tidak baik dihari pemakaman sahabat nya ini .
Keesokan harinya, jenaya masih berada di rumah duka, bersama dengan keluarga dan kerabat diorta, namun perlahan semuanya mulai pulang sejak pagi tadi , jenaya membantu membereskan tempat upacara pemakaman sahabat ini , diorta datang untuk melihat kondisi di sini ia masih dengan pakaian hitam yg sama seperti kemarin dengan wajah yang penuh kesedihan dan rambut yang sudah kacau . Diorta Tertunduk memberikan dupa untuk mendiang putri nya, entah sudah berapa kali ia melakukan hal itu sejak kemarin, diorta masih tidak percaya sepenuhnya dengan kematian putri nya ini . Bahkan setelah pemakaman dilaksanakan pun ia masih tak percaya bahwa Angelina sudah tiada .