kebucinan Chanel

375 35 1
                                        

Tempat Bimbel – Sore Hari

Catrier turun dari mobil hitam mewah yang mengantarnya ke tempat bimbel seperti biasa. Supir pribadinya membukakan pintu, dan dengan langkah ringan namun penuh sikap, ia masuk ke gedung sederhana tempat les olimpiade matematika itu berlangsung.

Di dalam, sudah ada James—sepupunya—yang duduk bersandar dengan sikap malas di kursi baris kedua. Wajah tampannya tidak bisa menyembunyikan aura dingin dan angkuh yang menyelubunginya. James adalah tipe orang yang akan dengan sengaja membuat guru frustasi, bukan karena ia bodoh, tapi karena ia tahu ia cerdas—terlalu cerdas, bahkan.

Berbeda sekolah dengan Catrier meski masih dalam yayasan yang sama, James memilih sekolah Anggara Internasional cabang Nanterre. Jaraknya sekitar satu jam dari Paris, dan ia sengaja menjauh agar tidak bersaing langsung dengan Catrier di sekolah yang sama. Bagi James, berbagi panggung bukanlah pilihan.

Bukan hanya James yang membuat suasana tidak nyaman bagi Catrier di kelas bimbel ini. Kadang Chanel, pacar Kai, juga hadir—dengan suaranya yang ramai, tawa berlebihan, dan omelan guru yang tak pernah berhenti karenanya. Tapi hari ini, rupanya Chanel bolos, lagi. Hari pertama setelah liburan, dan ia sudah menghilang.

"Catrier, di mana Chanel?" tanya guru matematika saat mengabsen.

"Entahlah," jawab Catrier datar, tanpa menoleh.

Ia duduk di kursinya, membuka buku catatan, dan fokus pada penjelasan. Ini adalah kelas olimpiade matematika. Kecintaannya pada angka membuat ia selalu menjadi unggulan—juara berkali-kali sejak SMP.

"Baik, kita mulai dengan soal ini," ucap guru sambil menulis di papan.
"Tentukan semua pasangan bilangan real (x, y) yang memenuhi:

(x³ - y³) / (x - y) = 4

dan

(x³ + y³) / (x + y) = 2"

Catrier mengangkat tangan, wajahnya tenang.

"Kasus I: Untuk x = y. Dari persamaan kedua, diperoleh 2x³ = 4x, yang dipenuhi oleh x = 0 atau x = ±2.
Kasus II: Untuk x = –y. Dari persamaan pertama, 2x³ = 8x, solusi x = 0 atau x = ±2.
Kasus III: Untuk x ≠ y dan x ≠ –y. Dengan menyederhanakan, diperoleh:

x² + xy + y² = 4
x² – xy + y² = 2

Dijumlahkan, jadi x² + y² = 3
Dikurangkan, jadi xy = 1

Maka, (x + y)² = x² + y² + 2xy = 3 + 2 = 5

x + y = ±√5, lalu y = 1/x

Diperoleh x = ±(√5 ± 1)/2, sehingga semua pasangan real yang memenuhi adalah:

(0,0), (√2,√2), (-√2,√2), (2,-2), (-2,2),
dan empat pasang kombinasi dari akar (√5 ± 1)/2 dengan 1/x."

Penjelasannya lancar, penuh keyakinan. Tapi saat guru meminta ia menulis di papan tulis, Catrier hanya duduk diam.

"Aku sudah menjawab. Tidak perlu kutulis lagi."

"Tapi Catrier, bagaimana dengan teman-temanmu yang lain?"

Ia tetap diam. Sikap khasnya. Tak suka mengulang. Tak suka menjelaskan pada mereka yang dianggap tidak memperhatikan.

Jake, yang duduk dua baris di belakang, bangkit dan maju.

"Biar saya tulis, Pak."

Ia menyalin seluruh penjelasan Catrier ke papan tulis dengan cepat dan rapi.

"Soal berikutnya," ucap guru MTK.
"Untuk sebarang bilangan real x, notasi ⌊x⌋ menyatakan bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x.

c³ tTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang