21 - something about that feeling

753 124 25
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[]

Juli merasa ada yang aneh sama dirinya. Ada sesuatu yang berbeda darinya tapi dia sendiri tidak tau apa. Bisa jadi hanya perasaannya saja, atau memang... ada yang berbeda dengan dirinya.

Bagaimana mungkin Juli merasa ingin menangis (bahkan matanya langsung berkaca-kaca) sewaktu melihat keluarga inti Caka berada di satu ruang yang sama dan tersenyum manis padanya. Mama, Papa, Mas Yoga, Mbak Niar, Fara, juga bayi kecil yang berada dalam gendongan Mbak Niar, semuanya seolah menyambut kedatangan Juli dengan hangat.

Juli tak kuasa menahan tangis sewaktu Fara meneriakkan namanya keras-keras lalu keponakan Caka itu berlari ke arahnya dengan kedua tangan terbuka lebar.

"Tante Juli!" Fara menabrakkan diri pada Juli yang berjongkok, memeluk Juli erat-erat. "Tante Juli aku punya adik!"

"Iya, Sayang," Juli menjawab dengan suara tercekat. Air matanya masih terus menitik, begitu pula dengan gerakan tangannya menghapus air mata itu. "Selamat, ya! Adiknya ganteng?"

Fara mengangguk. Wajahnya tampak bahagia. Kedua tangan mungilnya menangkup pipi Juli. "Tante Juli harus liat sendiri. Tante Juli harus gendong adik juga."

Juli tersenyum, lalu mengusap rambut Fara dengan penuh sayang.

Gue lagi kenapa sih? Kenapa gini doang nangis?

Juli jadi kesusahan menghadapi dirinya sendiri. Semua orang kebingungan karena Juli yang tak berhenti menitikkan air mata. Mama sampai harus memeluknya erat dan lama sambil punggungnya di usap-usap dengan gerakan lembut.

"Aduh, ini kenapa Juli nggak bisa berhenti nangis, ya? Maaf ya Ma," kata Juli. Tangannya meraih beberapa lembar tisu.

Mama menatap Juli hangat. Beliau mengambil alih tisu dari tangan Juli, kemudian mengeringkan pipi Juli yang basah karena air mata. "Juli lagi ada masalah, Nak?"

Juli menggeleng. Dia memang tidak sedang menghadapi masalah apa pun, kecuali dirinya sendiri yang tak dia mengerti.

Setelah beberapa saat mengobrol dengan Mama, Juli mulai bisa mengendalikan diri. Air matanya sudah berhenti menetes. Tawanya juga mulai terdengar.

Cakrawala Untuk Juli [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang