"Allah memang tidak bisa kita atur,
tapi Allah dapat kita rayu!"
~~L~~
"Emang jancok kok sekolah Iki!" Ucap jendral yang baru sampai di kelas nya setelah di jemur 2 jam di lapangan oleh pak Tio
"Salah mu, ngapain ngerusak fasilitas kelas" ucap verisa
"diam kau kapal Veri" ucap bima
Ctar
Satu lempar penghapus mengenai kening bima dengan tepat sasaran, sang empuh meringis kesakitan akibat ulah teman sekelasnya
Yang tak lain dan tak bukan, adalah verisa, dia pelaku yang melempar penghapus papan mengenai kening bima
"HOOO ANCEN KAPAL VERI IKI MAYAK" teriak bima lalu bangkit ingin mengejar Verisa namun telat,karna verisa sudah keluar kelas terlebih dahulu,Mereka sedikit ngakak karna ulah mereka berdua
Jendral melihat ke arah bangku zayyan, yang mendapati zayyan sedang tidur dengan menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya
Sejak pagi tadi jendral memilih duduk bersebelahan dengan zayyan, entah kenapa dia ingin tahu tentang zayyan makanya ia dekati, ahay
Karna satu jam ini jamkos mereka memilih bermain di dalam kelas, dari pada kena hukuman kalau keluar,mending duduk di dalam dan ngibah walaupun dosa sihh!
Zayyan sangat pulas tertidur di dalam kelas, sampai-sampai ia tak mendengar keributan kelas yang seperti kapal pecah, ia sama sekali tidak menggubrisnya, membuat Jendral sangat bingung
Tumben sekali tidak ikut mendengarkan, biasanya zayyan akan mendengarkan teman-teman sekelasnya bercerita random, tapi untuk hari ini ia menyetel mode turu dulu
"Zayyan" panggil jendral
Zayyan yang di panggil Pun langsung terbangun dari tidurnya, wajah bantal, yah jendral sedikit ngakak melihat wajah bantal zayyan yang seperti anak kecil
"Kenapa?" Tanya zayyan
Perempuan dalam kelas zayyan menoleh ke arah nya, zayyan yang risih memalingkan wajahnya, apakah ada sesuatu di wajah nya?
Ia meminjam kaca milik Davion Satria teman sekelasnya yang selalu membawa kaca ke sekolah, zayyan tidak melihat ada sesuatu yang aneh di wajah nya, kenapa teman perempuannya menatap seperti itu
"Ngak ada yang salah zay, suara loh ajah baru bangun tidur" ucap Davion mengerti kebingungan zayyan.
Zayyan yang mengerti apa yang di maksud oleh Davion mengangguk paham, ia melihat di kelas, dengan wajah kaget ia membuka hp nya, ia sudah tertidur selama dua jam pelajaran pak alam, anehnya pak alam tidak menegurnya.
"Kenapa zay?" Tanya jendral kini bangkit dari duduknya lalu berpindah ke sebelah zayyan
"Nggak" ucap zayyan sedikit canggung
Karna sedari dulu dia tidak punya teman, kecuali saudaranya sendiri membuat ia mempunyai sifat introvet, yang susah untuk beradaptasi
Jujur zayyan di kelas barunya ini tidak tertarik untuk berbicara banyak, karna ia rasa orang seperti dirinya tidak akan di hargai orang lain.
Zayyan berniat untuk pergi dari kelas menuju musholla, SMA galaksi memang ada fasilitas musholla supaya,yang beragama Islam bisa menunaikan sholat zhuhur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence [End]
Teen Fiction"bege banget sihh lohh Suka kok sendiri" hai gua Rivera zayyana Pangestu gw anak ke 3 dari empat bersaudara gw suka sama seseorang yaitu temen sekelas gw namanya ------ nono kalau kepo baca gaes jangan baca deskripsi nya doang kisah ini berapa di...
![Love in silence [End]](https://img.wattpad.com/cover/359985198-64-k440521.jpg)