"Kita tidak gagal untuk mencintainya, tapi kita gagal untuk bersaing dengan pilihannya"
Tuan!!
"MUNG SEWATES KONCO AKU KARO KOE, RASA BALI AKU UWES ORA SUDI!!" Nyanyi Vera di kamarnya, sejak tadi dirinya memang menyetel lagu sangat kencang.
Beberapa kali ia mendapat gedoran dari tetangga sebelah, siapa lagi kalau bukan bang Azriel.
"JANGKRIK KOWE!" Teriak bang Azriel dengan kesal niatnya pulang sekolah ingin turu malah ketenangan ini di ganggu oleh adiknya.
"VERA ANJING, DIEM BAMBANG!" gerutu azriel di depan kamar adiknya.
Sejak tadi memang dirinya menggedor-gedor pintu kamar adiknya, namun apa balasannya, bukan di bukakan malah menaikkan volumenya.
"LALEK NO AKU UWES GAE LORO ATIMU" teriak Vera menyahuti ucapan abangnya.
"MENENGO,AREK GALAU IKI LOH!" Teriak Vera tidak ingin di ganggu gugat.
<diam,anak galau ini loh>
"jok sue-sue galau e, onok kanca mu neng nisor" ucap ayah Reo, ia datang sejak azriel mengumpati adiknya.
<Jangan lama-lama galau, ada teman mu di bawah>
"NGEH YAH" ucap Vera.
Bang azriel dan ayah Reo memutuskan untuk pergi dari sana, menyisakan Vera di dalam kamar.
"Males ketemu cah-cah" gumam Vera lalu memakai kaos dan celana jeans.
Setelah berganti baju niatnya dia ingin mengajak zayyan untuk makan bubur, eh ada temanya yang datang mau tak mau dia juga mengajak mereka.
"ZAY, MELU PORA?" teriak Vera dengan menggedor-gedor pintu kamar zayyan.
<zay,ikut tidak>
"Tunggu!" Sahut zayyan dari dalam.
Tak berselang lama pintu terbuka menampakkan zayyan memakai kemeja dan sarung hitam, khas zayyan.
Mereka berdua keluar melewati ruang tamu yang penuh dengan teman-teman bang Azriel dan bang althar, di sana juga ada, kiyano, abiyan,Ressa, zivo dan juga Jendral.
Mereka sama-sama menatap zayyan dan Vera dengan senyum menyapa, dan di balas senyuman tipis oleh Vera.
"Ayok,Sido melok pora" ajak Vera setelah berada di teras.
<Ayo,jadi ikut tidak>
Mereka semua mengangguk lalu menaiki motor masing-masing, dengan renzo membonceng yera, Aldebaran dengan arzan, dan Vera dengan zayyan, sudah jelas!
Mereka semua memilih memakai motor besar milik mereka yang jarang mereka bawa ke sekolah, katanya merakyat lah!
Karna Vera sedang tidak mood mengunakan sepeda besar ia memilih memakai sepeda Vario yang ada di luar, punya siapa? Punya seorang penjaga rumah mereka yang baru berkerja di sana selama seminggu.
"Bang Arie, aku pinjam sepeda yah!" Ucap Vera dengan berlari ke arah pos satpam.
Bang Arie, Arie Wicaksana legasatya.
Laki-laki berumur 19 tahun yang ayah nya terima menjadi satpam untuk menjaga rumah ketika mereka sedang bersekolah.
Ayah menerimanya bukan Tampa alasan.Ayah mempunyai dua alasan tertentu,Yang pertama, kemampuan Bela diri Arie memang bagus karna dulu ia ikut salah satu perguruan pencak silat, dan yang kedua, agar anak-anaknya bisa berbaur dengan nya, agar tidak bermain hp saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence [End]
Fiksi Remaja"bege banget sihh lohh Suka kok sendiri" hai gua Rivera zayyana Pangestu gw anak ke 3 dari empat bersaudara gw suka sama seseorang yaitu temen sekelas gw namanya ------ nono kalau kepo baca gaes jangan baca deskripsi nya doang kisah ini berapa di...
![Love in silence [End]](https://img.wattpad.com/cover/359985198-64-k440521.jpg)