"setiap keluarga memiliki sisi lain,
Tidak semuanya baik"
Arreo Pangestu
Jam menunjukan pukul dua dini hari, althar bergerak kesana-kemari dengan tidak nyaman, di tambah dengan tangan kirinya yang terasa sakit.
Reo yang kebetulan menemani anaknya tidur kini terbangun ketika merasakan althar grasak-grusuk di dalam tidurnya, segera ia mengelus-elus rambut althar agar kembali kedalam tidurnya.
Namun belum lama Reo mengelus rambut anaknya, kini ia mendengar igauan anaknya yang membuat hatinya sakit.
"B-bundaa, jangan tinggalin althar ndaa" Reo merasa anaknya semakin tak nyaman di dalam tidurnya.
"Ndaa, hiks,,ndaa,, BUNDA" althar bangun dengan air mata yang berlomba-lomba keluar dari pelupuk matanya.
"Bundaa, althar pengen ikut bundaa" ia mendongak ke atas dengan air mata yang masih menetes deras di pipinya.
"Jaga bicaramu Althar" sedangkan yang di panggil kini menghapus jejak air mata di pipinya segera.
"Kembali tidur" tampah sepatah kata pun althar kembali berbaring di sebelah Reo, ia mengangkat tangan kirinya, rasa sakit yang ia tahan sejak tadi berasal dari ini.
"Yah, sakit" ucap althar lirih dan serak
"Besok pagi di lepas" setelah mengatakan itu althar kembali dalam tidurnya, walaupun harus menahan sakit infusnya.
🌧️🌧️🌧️
"Good morning brother" sapa Azriel yang sudah siap dengan pakaian rapinya, walaupun nanti pulang sekolah juga akan kembali berantakan.
"Morning too" jawab gizan dan Vera, sedangkan zayyan hanya melirik sekilas Abang keduanya tanpa ada niat menjawab sapaan dari abangnya.
"Btw kutub es kemana?" Tanya azriel sambil celingak-celinguk mencari keberadaan althar.
"Bang althar sakit bang Azriel" bukan Vera yang menjawab melainkan gizan yang sedang memakan roti di meja makan.
"What the, kembaran gw, di mana sekarang" tanya Azriel dingin setelah kata pertama yang panik menjadi dingin.
"Kamar" jawab zayyan lalu bang Azriel lari terbirit-birit menuju ke kamar althar.
"Abang Lo Zan,zay"
"BUKAN" jawab gizan dan zayyan secara bersamaan, membuat Vera tertawa terbahak-bahak, untung yang di bicarakan sedang ke kamar jika tidak kemoceng bisa melayang ke arah mereka.
Sedangkan di kamar althar, anak itu sedang bergulat dengan laptopnya, memeriksa kondisi sekolah, emang dasar ambis.
Sedang sakit masih saja mengurusi tugas, masa sekolah saja sudah seperti ini apa lagi ketika sudah berkerja, tidak ingat waktulah.
"Hai brother letakan itu" ucap Azriel yang baru masuk bersama dengan Reo yang membawa Napan berisi bubur.
Infus yang berada di tangan althar belum boleh di lepaskan kata rasel, karna setelah ia cek kembali keadaan althar ternyata anak itu juga membutuhkan banyak cairan alhasil Althar harus bersama infus itu selama tiga hari kedepan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence [End]
Teen Fiction"bege banget sihh lohh Suka kok sendiri" hai gua Rivera zayyana Pangestu gw anak ke 3 dari empat bersaudara gw suka sama seseorang yaitu temen sekelas gw namanya ------ nono kalau kepo baca gaes jangan baca deskripsi nya doang kisah ini berapa di...
![Love in silence [End]](https://img.wattpad.com/cover/359985198-64-k440521.jpg)