39. love in silence

27 1 0
                                        


"4 tahun lamanya aku menunggu mu kakak"

Asyera airelia aelan.



































"Loh pada ngerasa enggak kalau ada mata-mata di geng kita" ucap zavier pasalnya beberapa hari yang lalu ada anak geng sebelah uang mengeroyok beberapa anggota a-twins geng.

"Lebih keh musuh dalam selimut" ucap alzen.

Mereka semua sedang berada di sebuah kafe, yang ikut berkumpul hanya beberapa karna anak-anak yang lain memilih pulang.

"Yang gw dengar dari Reno, kalau Anak geng sebelah itu di bantu sama seseorang yang pakainya misterius, you know lah" ucap zevano.

"Gw punya asumsi kalau, salah satu inti ada yang jalin kerja sama, sama Dexter atau lebih gampang nya, anak buah termuda yang sengaja di masukan ke kita agar kita jatuh" ucap asher.

"Ah gw inget, kalau gw pernah Nemu kartu identitas geng kita di sana, tapi punya anak inti" ucap alzen mengeluarkan kartu itu dari dompet nya.

"Ryan Sadewa Bima"

di sisi lain tepatnya di sebuah gudang lama di bagian pinggir kota Surabaya, ada anak remaja yang tengah berlatih menebak dengan anak buah Dady nya, ia mengunakan pistol biasa.

Sudah banyak bodyguard yang tumbang, namun bukan bodyguard biasa, mereka di tugaskan oleh seseorang untuk memata-matai keluarga nya alhasil ia mengajak mereka untuk berlatih dan menebak mati mereka.

"Tepat sasaran, berani kalian mencari mati dengan keluarga bima!" Tegasnya menatap tajam mayat-mayat di di depanya dengan jijik.

"Hi boy" sapa seseorang yang baru saja kembali dari kantor.

"Hi juga dad"

"Sedang apa kau boy?"

"Ah, hanya membersikan hama-hama kecil"

Bima Wijaya adalah ayah dari Ryan Sadewa Bima, mereka berdua memiliki kemiripan yang sangat jelas, wajah, sifat dan selera.

Ryan adalah orang yang tidak gegabah dan tenang sama seperti bima, wajah mereka memang sama sepetinya bima meniru wajah Ryan, ah salah sepetinya Ryan lah yang meniru wajah bima.

Mereka berdua memang lah sama namun. Berbeda dengan memuliakan wanita, bima selalu memanjakan istrinya, sedangkan Ryan anak itu selalu patuh akan perintah momynya.

"Haha, kau ini Ryan, ah aku ingin berbicara dengan mu" Ryan mengangguk dan menyuruh bodyguard yang baru saja lewat menyeret hama-hama itu keruang bawah tanah.

Mereka berdua duduk di tepi kolam, angin malam sangat lah sejuk, entak mengapa kota Surabaya malam ini sepertinya sangat mendukung akan melakukan kegiatan motoran malam hari.

"Dad mau ngomong apa?" Bima tersenyum tipis menatap anak semata wayangnya sudah tumbuh sebesar ini, Tampa ia tahu perkembangannya selama ini.

"Daddy hanya ingin memberikan mu informasi seputar" Ryan menatap dady nya dengan serius.

"Apa?"

Love in silence [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang