[31] promoted to next grade

21 1 0
                                        

Tidak disangka, Ileana bisa menikmati masa dengan normal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak disangka, Ileana bisa menikmati masa dengan normal. Ia bisa menjalani waktunya tanpa melompati atau kembali lagi.

Waktu berlalu begitu cepat tetapi tidak
ada perubahan dengan hubungan Ileana dan Bintang, keduanya masih terus saling mendiami dan malah semakin menjauhi.

Bintang yang dulunya pendiam kini sifatnya itu hanya ia tuangkan untuk Ileana seorang. Dia berubah— berubah menjadi lebih akrab dengan yang lainnya.

Para gadis kini berani mendekatinya secara terang-terangan. Bahkan ada saja yang mengikutinya kemanapun dia pergi. Ileana muak melihat mereka.

"Jadi libur kenaikan kemarin, kalian pergi kemana aja?" tanya Annora sembari meniup bakso yang ada di sendoknya.

"Hari terakhir libur kemarin, aku sama Bintang pergi ke pantai!" seru seorang gadis duduk di samping Bintang.

Luna namanya, dari banyaknya gadis yang mendekati Bintang, dialah yang paling mengesalkan, sok akrab dan sok paling tahu.

"Bin, bisa suruh dia pergi dulu gak sih? Lo kan punya banyak waktu luang sama dia, jangan ajak dia bareng kita," ucap Alteza terang-terangan, sepertinya dia juga sudah eneg melihat wajah sok polos gadis itu.

Ucapan Alteza benar adanya, mereka kini tidak lagi di ruang kelas yang sama. Jadi, mereka bisa bertemu dan asik mengobrol saat di kantin saja. Tidak bisa lagi di satu ruangan yang sama.

Namun nihilnya, Ileana dan Bintang tidak terpisahkan, mereka dan juga Annora di kelas yang sama di mipa 2. Jaygar dan Keisha masuk mipa satu, Alteza masuk mipa empat. Tidak ada lagi kelas experiment.

"Lo dengarkan? Bisa pergi dulu?" tanya Bintang dengan datar membuat Luna mengerucutkan bibirnya tetapi mengangguk setuju.

Sebelum kepergiannya, dia dengan berani mengecup pipi Bintang sekilas. "Bye, Bin! Sampai ketemu pulang sekolah."

"Dasar jalang."

Ileana menelan ludahnya, meskipun dengan suara yang kecil dia bisa mendengar umpatan Bintang dengan ekspresi wajahnya yang tetap terlihat datar.

Apapun yang terjadi, dengan siapapun Bintang dekat. Ileana berusaha tidak menghiraukannya, meskipun hatinya terasa sakit saat melihatnya.

Sejak menjadi siswa kelas dua belas, banyak adik kelas laki-laki yang mengejarnya bahkan ada yang mengutarakan perasaan. Tetapi, Ileana tidak akan lagi membuka hatinya untuk siapapun.

Dia bahkan sudah tidak lagi berurusan dengan Raiden, menggunakan seribu cara agar pemuda itu berhenti mendekatinya.

"Aku ingin fokus mengejar masa depan dan gak ingin berurusan lagi dengan percintaan. Aku juga belum siap dan merasa belum pantas untuk dimiliki seseorang. Jika memang berjodoh, mungkin takdir akan mempersatukan kita di masa terbaik kita."

Itulah yang ia ucapkan sehingga Raiden setuju dan berkata akan selalu menunggu dan menjaganya dari jarak jauh.

Beruntungnya pemuda itu menepati janjinya, dia tidak lagi memunculkan diri di hadapannya. Tetapi pernah sesekali ia melihat Raiden menatap tajam ke arah adik kelas yang mencoba mendekatinya.

Lintas Waktu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang